Misteri Mengenai Keberadaan Naga Di Bumi

Dalam berbagai peradaban, naga dikenal dengan nama dragon (Inggris), draken (Skandinavia) dan Liong (Tiongkok). Naga merupakan monster legendaris yang biasanya digambarkan sebagai kadal besar, bersayap kelelawar, kadang dapat menyemburkan api. Makhluk ini juga kadang digambarkan sebagai ular besar yang memiliki kaki. Naga biasanya diceritakan tinggal di gua, perairan yang dalam, pegunungan, dasar laut serta hutan angker.

Dari Alexander Agung hingga Marco Polo, banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa naga adalah makhluk yang lazim ditemukan sebelum dan pada era abad pertengahan. (Wikimedia)
Beberapa literatur sejarah menunjukkan bahwa naga benar-benar ada di bumi. Catatan awal mengenai naga dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno ketika Aleksander Agung (336–323 SM) melakukan invasi ke India.
Alexander Agung menuturkan bahwa ia melihat seekor naga besar berdesis bersembunyi di dalam gua lembap. Ia juga menambahkan bahwa suku-suku setempat menyembah makhluk itu sebagai dewa. Onesicritus, salah satu bawahan Alexander Agung  melaporkan bahwa ada naga yang tinggal di India. Menurut Onesicritus, naga tersebut sangat besar dan memiliki panjang antara 30 hingga 60 meter.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Surat An-Nahl Ayat 8]

Imam Jalaluddin as-Suyuthi memaknai "menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya" sebagai hal-hal luar biasa dan aneh. Menurut keterangan Imam al-Qurtubi, hal-hal luar biasa dan aneh misalnya seperti (kalau ada) serangga dan panda di dasar bumi dan di dalam laut, yang tidak terlihat oleh manusia dan belum pernah mendengarnya. Pada zaman sekarang ada istilah kriptid (dari bahasa Yunani: κρύπτω— krypto yang berarti "sembunyi"). Kriptid adalah makhluk atau tanaman yang konon ada namun tidak diketahui oleh konsensus ilmiah dan seringkali sangat sulit dipercaya.

Diriwayatkan melalui otoritas Ibnu 'Umar (ra) bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:

Sesungguhnya Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan sekali lagi ia akan kembali (ke posisi lamanya) menjadi aneh seperti ketika ia mulai. Islam akan surut di antara kedua masjid itu sama seperti naga merayap kembali ke lubang (sarang)-nya. (Sahih Muslim, Book 1, Hadith 271)

Selain Alexander Agung dan Onesicritus, ada banyak catatan sejarah yang kredibel mengenai keberadaan naga di bumi.

Tubero dalam Histories-nya mencatat tentang adanya naga dalam perang Punisia pertama (perang antara Romawi melawan Kartago pada 264 hingga 241 SM). Pada saat itu Romawi dipimpin oleh panglima Atilius Regulus. Ketika sedang berkemah di sungai Bagradas di Afrika, pasukan Romawi bertemu dan bertempur habis-habisan dengan seekor naga yang memiliki ukuran luar biasa.

Makhluk tersebut memiliki sarang tidak jauh dari wilayah pertempuran. Pergulatan hebat terjadi dengan seluruh pasukan menyerang untuk waktu yang lama. Mereka akhirnya dapat mengalahkan naga dengan menggunakan artileri berat seperti ballista dan catapult. Setelah terbunuh, pasukan Romawi mengambil kulit naga itu lalu dikirim ke Roma. Diperkirakan bahwa makhluk tersebut memiliki panjang 36,5 meter.

Zakariya al-Qazwini (1203–1283 Masehi) mencatat keberadaan naga
dalam kitab ʿAjā'ib al-makhlūqāt wa gharā'ib al-mawjūdāt (Bahasa Arab: عجائب المخلوقات وغرائب الموجودات, artinya keajaiban makhluk-makhluk dan benda-benda aneh yang ada). Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab oleh  dan merupakan karya penting dalam kosakata al-Quran.

Penjelajah Italia Marco Polo (1254 - 1324 Masehi) juga memiliki catatan mengenai naga. Ia dikenal sebagai pedagang yang melakukan perjalanan menuju Asia, Persia, Cina, dan Indonesia pada akhir abad ke-13. Dalam catatannya, The Travels of Marco Polo, ada bagian mengenai tempat di Timur Jauh yang ia sebut "Karajan," yang tampaknya dipenuhi oleh binatang buas. Ia mendeskripsikan sebagai berikut:

|| Di sini ditemukan ular dan naga besar, sepuluh langkah panjangnya dan sepuluh rentang dalam lingkar (artinya panjang 15,2 meter dan keliling 2,5 meter). Di bagian depan, dekat kepala, mereka memiliki dua kaki pendek, masing-masing dengan tiga cakar, serta mata lebih besar dari sepotong roti dan sangat mencolok. Rahangnya cukup lebar untuk menelan seorang manusia. Taring mereka besar dan tajam. Seluruh penampilan mereka begitu menakutkan sehingga tidak ada manusia, atau hewan apa pun yang dapat mendekati mereka tanpa teror. Adapun lainnya berukuran lebih kecil; dengan panjang sekitar delapan, enam, atau lima langkah. ||

Pada tahun 2016, sebuah dokumentasi menunjukkan adanya makhluk terbang misterius yang sangat mirip dengan naga. Makhluk aneh tersebut terekam di wilayah Cina dan Amerika Serikat.


Selain semua yang sudah disebutkan, catatan sejarah mengenai naga yang kredibel dapat ditemukan dalam The Life of Apollonius of Tyanna karya Philostratus (170 – 250 Masehi), On Animals karya Claudius Aelianus (175 - 235 Masehi), catatan Conrad Gessner (1516 - 1565 Masehi), catatan Ulisse Aldrovandi (1522 - 1605 Masehi), Aberdeen Bestiary, yaitu manuskrip berbahasa Inggris abad ke-12 yang pertama kali terdaftar pada tahun 1542 Masehi dalam inventaris Perpustakaan Old Royal (Palace of Westminster), The History of Four-Footed Beasts and Serpents karya Edward Topsell (1572 - 1625 Masehi). Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Mysterious Universe - A Strange History of Real Dragons.

Quranx - Tafsir Jalalayn.

Sunnah - Sahih Muslim.

University of Chicago - Gellius
Attic Nights.

Wikipedia - Dragon.

Raksasa Berdasarkan Tinjauan Sejarah Dan Arkeologi

Meskipun lebih sering dikaitkan dengan mitologi dan legenda, keberadaan raksasa di bumi mengacu pada catatan-catatan sejarah kuno, memang benar-benar ada. Sebagai contoh adalah Patagonian, ras raksasa yang pertama kali mulai muncul dalam catatan-catatan Eropa. Mereka bertempat di wilayah garis pantai Patagonia. Disebutkan bahwa patagonian memiliki tinggi setidaknya dua kali lipat tinggi manusia normal. Beberapa catatan menuturkan bahwa tinggi mereka antara 3,7 hingga 4,6 meter atau lebih.

Ilustrasi raksasa. Ada beberapa catatan sejarah yang kredibel sebelum dan pada zaman abad pertengahan. (Wikimedia)
Kisah-kisah tentang raksasa patagonia menjadi pembahasan arus utama di Eropa selama 250 tahun. Catatan pertama tentang raksasa patagonia berasal dari perjalanan Ferdinand Magellan dan krunya. Mereka  mengaku telah melihat patagonian saat menjelajahi garis pantai Amerika Selatan dalam perjalanan ke Kepulauan Maluku dalam rangka perjalanan mengelilingi dunia pada tahun 1520-an.

Dalam al-Quran, terdapat ayat yang menjelaskan mengenai keberadaan raksasa. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang jabbārīna, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya". [Surat Al-Ma'idah Ayat 22]

Menurut ahli tafsir seperti Ibnu Abbas (ra) dan imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dimaksud dengan jabbārīna adalah raksasa.

Antonio Pigafetta, salah satu dari sedikit yang selamat dari ekspedisi dan penulis sejarah ekspedisi Magellan, menulis dalam catatannya tentang pertemuan mereka dengan penduduk asli yang memiliki tinggi dua kali orang normal:

|| Pada suatu hari kami menyaksikan raksasa pria dalam keadaan telanjang di tepi pelabuhan. Raksasa itu menari, bernyanyi, dan melemparkan debu ke kepalanya. Kapten (yaitu, Magellan) mengirim salah satu dari kru kami ke raksasa itu. Kapten menyuruh kru tersebut agar melakukan tindakan yang sama sebagai tanda perdamaian. Setelah melakukan itu, kru yang disuruh tadi memandu raksasa ke sebuah pulau di mana kapten sedang menunggu. Ketika raksasa itu melihat kami, dia sangat kagum, kemudian membuat tanda dengan satu jari terangkat ke atas, meyakini bahwa kami berasal dari langit. Dia begitu tinggi sehingga kami hanya mencapai pinggangnya, dan ia juga proporsional ||.

Selain Ferdinand Magellan, Sir Francis Drake juga menjadi saksi mata mengenai keberadaan raksasa patagonia pada tahun 1579. Ia menjelaskan tinggi mereka semula tiga meter kemudian mengurangi ketinggian Patagonian menjadi 2,2 meter. Tetapi jelas bahwa maksudnya adalah untuk mendiskreditkan Spanyol dan menyalahkan mereka terkait dengan "keburukan" raksasa. Ironisnya, dia benar-benar mengkonfirmasikan fakta dasar di balik mitos tersebut.

Pada tahun 1590-an, Anthony Knivet mengklaim bahwa ia telah melihat mayat yang panjangnya 3,7 meter di wilayah Patagonia. Masih di tahun 1590-an, William Adams, seorang berkebangsaan Inggris yang mengitari Tierra del Fuego, melaporkan bentrokan antara awak kapalnya dan penduduk asli yang memiliki tinggi tidak wajar.

Pada tahun 1766, desas-desus muncul ketika kru HMS Dolphin, yang dikapteni oleh Komodor John Byron, telah melihat suku pribumi setinggi 2,7 meter di Patagonia. Saat itu mereka sedang lewat di sana dalam rangka navigasi keliling dunia. Namun mereka mengedit tinggi patagonian menjadi "hanya" 1,98 meter pada tahun 1773.

Sebelum abad pertengahan, catatan awal tentang sejarah raksasa dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno dan Kekaisaran Romawi. Sejarawan Herodotus (dalam Book 1, Chapter 68) Menjelaskan bagaimana bangsa Sparta menemukan tubuh Orestes yang panjangnya tiga meter di wilayah Tegea. Geografer Pausanias mencatat adanya raksasa yang diperkirakan memiliki tinggi 4,2 meter.

Ketika komandan Romawi Quintus Sertorius tiba di Tingis (Tangier, Maroko) pada tahun 81 SM, penduduk setempat menunjukkan kepadanya sebuah gundukan besar yang disebut kuburan Antaeus, dikenal sebagai pendiri kota Tingis. Dengan skeptis, Sertorius memerintahkan pasukannya untuk menggali gundukan tanah. Sertorius begitu tercengang oleh kerangka besar yang muncul dari penggalian tersebut sehingga ia secara pribadi mengkonfirmasi legenda Tingis dan mengubur kembali Antaeus dengan sangat hormat. Menurut biografi Sertorius dan geografer Strabo yang ditulis oleh Plutarch, kerangka di gundukan itu panjangnya 60 hasta (27,4 meter).

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (ra):

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam, membuatnya setinggi 60 hasta. Ketika Dia menciptakannya, Dia berkata kepadanya, "Pergilah dan sambutlah kelompok malaikat itu, dan dengarkanlah mereka, karena itu akan menjadi salammu dan salam dari keturunanmu." Maka Adam berkata (kepada para malaikat), As-Salamu Alaikum (yaitu Damai sejahtera bagimu). Malaikat-malaikat itu berkata, "As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi" (Yaitu Perdamaian dan Rahmat Allah besertamu). Dengan demikian para malaikat menambahkan salam hormat kepada Adam, 'Wa Rahmatu-l-lahi,' Setiap orang yang akan masuk surga akan menyerupai Adam. Orang-orang telah berkurang tinggi badan mereka sejak penciptaan Adam. (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 543)

Selama berabad-abad, beberapa arkeolog telah mencari bukti fosil dari ras raksasa. Salah satu bukti terbaik yang pernah ditemukan adalah The Giant of Castelnau. Raksasa ini diperkirakan memiliki tinggi 3,5 meter. The Giant of Castelnau ditemukan oleh antropolog Georges Vacher de Lapouge di pemakaman Zaman Perunggu Castelnau-le-Lez, Prancis pada musim dingin tahun 1890.

Sebelah kanan, sebelah kiri, dan sebelah bawah adalah tulang raksasa Castelnau. Adapun di tengah adalah tulang manusia pada umumnya. (Wikimedia)
Bukti arkeolog lainnya adalah laporan pers tahun 1894. Laporan tersebut menyebutkan penemuan tulang raksasa manusia yang digali di pemakaman prasejarah di Montpellier, Prancis. Tengkorak "28, 31, dan 32 inci dalam lingkar" dilaporkan bersama tulang-tulang lain dengan proporsi raksasa yang mengindikasikan mereka adalah ras manusia "setinggi antara 3 dan 4,5 meter." Tulang-tulang itu dilaporkan dikirim ke Akademi Paris untuk studi lebih lanjut.

Selain dua bukti yang sudah disebutkan, para arkeolog menemukan sisa-sisa Si-Te-Cah atau Sai'i, suku legendaris raksasa kanibalistik berambut merah, yang diduga ditemukan pada tahun 1911 oleh penambang guano di Gua Lovelock, Nevada. Namun, ukuran dan sifat sisa-sisa fosil telah diperdebatkan oleh Adrienne Mayor dalam buku, Fosil Legends of the First American. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Ancient-wisdom - Giants.

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra) & Tafsir al-Jalalain.

Sunnah - Sahih al-Bukhari.

Wikipedia - Giant & Patagon.

Wonders & Marvels - Ancient Romans Excavate a Giant Skeleton in Morocco

Keutamaan Air Hujan Bagi Tanaman

Intensitas curah hujan di berbagai tempat di bumi tidak sama. Ada yang rendah, ada yang sedang, di tempat lain ada yang tinggi. Anda mungkin memperhatikan betapa hijau tanaman terlihat setelah hujan. Hujan, terutama selama badai petir, memiliki kualitas khusus yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hujan selama badai petir berpengaruh positif pada tanaman karena petir membantu menambahkan nitrogen ke kebun Anda.

Air hujan memberi efek positif bagi tanaman lebih baik dibanding air keran maupun air tanah. (Giphy)
Kebanyakan tanah umumnya tidak memiliki nutrisi (nitrogen) yang cukup. Tanaman membutuhkan nitrogen karena berbagai alasan, khususnya untuk menghasilkan klorofil (pigmen yang dihasilkan oleh fotosintesis). Kalau tanaman kekurangan nitrogen, mereka mungkin terlihat kekuningan. Kadar nitrogen yang sangat rendah untuk waktu yang lama mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat, rentan penyakit atau mati.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [Surat Al-Baqarah Ayat 22]

Selain kaya nitrogen, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen yang menyerap air. Anda mungkin berpikir tanaman akan mengalami dampak negatif karena tergenang air hujan yang berlebihan. Genangan air ledeng dapat menyebabkan kondisi tanah anaerob dan menyebabkan busuk akar jika Anda menyirami tanaman secara berlebihan. Tetapi air hujan sangat teroksigenasi dan dapat memberikan margin keamanan ketika tanah tergenang setelah hujan deras.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah fakta bahwa air hujan adalah air lunak 100% (soft water). Bebas dari garam, mineral, bahan kimia perawatan, dan obat-obatan yang lazim ditemukan di air kota, air tanah, dan air permukaan. Air hujan, sebaliknya, adalah hidrasi murni.

Selain semua yang sudah disebutkan, penjelasan kenapa air hujan lebih baik untuk pertumbuhan tanaman adalah karena air hujan relatif lebih asam. Air murni atau H2O memiliki tingkat PH 7,0 yang netral. Apa pun yang lebih tinggi dari itu disebut basa, apa pun yang lebih rendah disebut asam. Air hujan, umumnya, memiliki PH sekitar 5,6 sehingga berada di kategori asam. PH 5,5 hingga 6,5 adalah kisaran PH yang tepat untuk berbagai jenis tanaman. Ketika air hujan mencapai tanah, mereka melepaskan micronutrient seperti seng, mangan, tembaga, dan besi yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 22 diatas terdapat kata "segala buah-buahan" yang bermakna semua jenis buah di bumi. Tetapi tidak semua jenis buah dapat dapat dimakan, beberapa bahkan beracun dan sangat berbahaya bagi manusia.

Abu Sa'id al-Khudri (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (ﷺ) berdiri dan berbicara kepada orang-orang demikian:

Wahai manusia, demi Allah, aku tidak memiliki rasa takut terhadap kalian sehubungan dengan hal lain selain apa yang Allah akan berikan kepada kalian dalam bentuk perhiasan dunia. Seseorang berkata: Wahai Utusan Allah, apakah ada kebaikan yang menghasilkan kejahatan? Utusan Allah (ﷺ) tetap diam untuk sementara waktu dan beliau kemudian berkata: Apa yang kamu katakan? Pria itu menjawab: Wahai Utusan Allah, aku berkata: Apakah ada kebaikan yang menghasilkan kejahatan? Utusan Allah (ﷺ) berkata kepadanya: Yang baik tidak menghasilkan melainkan yang baik pula. Tetapi di antara tanaman, yang menghasilkan (buah) pada hujan musim semi, ada beberapa yang membunuh atau hampir membunuh semua kecuali hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan. Barangsiapa yang menerima kekayaan dengan benar, Allah memberikan berkah untuknya. Adapun dia yang mengambil kekayaan tanpa hak, dia seperti orang yang makan dan tidak puas. (Sahih Muslim, Book 5, Hadith 2288)

Contoh "tanaman pembunuh" adalah pohon manchineel. Semua bagian pohon mengandung racun yang kuat. Kalau anda berdiri di bawah pohon saat hujan akan menyebabkan kulit melepuh dari kontak dengan cairan ini (bahkan setetes hujan dengan zat seperti susu di dalamnya akan menyebabkan kulit melepuh). Getahnya juga diketahui merusak cat pada mobil. Membakar pohon dapat menyebabkan cedera mata jika asap mencapai mata. Kontak dengan getah susu (lateks) menghasilkan dermatitis bulosa, keratokonjungtivitis akut, dan kemungkinan cacat epitel kornea yang parah.

Tanaman Manchineel. (Wikimedia)
Buah berpotensi fatal jika dimakan. Konsumsi dapat menimbulkan gastroenteritis parah dengan perdarahan, syok, superinfeksi bakteri, dan gangguan jalan napas karena edema. Ketika dicerna, buah menimbulkan sensasi terbakar, merobek dan sesak tenggorokan. Meskipun tanaman ini beracun bagi banyak burung dan hewan lain, iguana berduri hitam (Ctenosaura similis) dikenal memakan buah dan bahkan hidup di antara anggota badan pohon.

Penjelajah Spanyol Juan Ponce de León meninggal tak lama setelah terluka yang terjadi dalam pertempuran dengan para petarung Calusa di Florida. Ia terkena panah yang telah diracuni dengan getah pohon manchineel. Dampak yang ditimbulkan oleh pohon ini sangat menakutkan, sehingga Guinness Book of World Records menyatakannya sebagai pohon paling berbahaya di bumi. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Daily News - For plants, rain has benefits that tap water simply can’t deliver.

Native Edge Landscape - Why do plants prefer rainwater?

Sunnah - Sahih Muslim.

The Conversation - I've Always Wondered: is rain better than tap water for plants?

The Mercury News - For plants, rain has benefits that tap water simply can’t deliver.

Wikipedia - Manchineel.

US dirty war on Iran targets its scientists

Illegal US sanctions are weapons of war by other means, what Iranian officials call economic terrorism.

They’re all about crushing its economy and immiserating its people. War by other means also targets Iranian scientists, notably distinguished stem cell expert Masoud Soleimani.

He heads Tarbiat Modares University’s Hematology Department, his academic credentials and scientific standing as an eminent expert in his field recognized internationally.

Granted visa permission to visit the US, he was en route to Rochester, MN to work at the Mayo Clinic, invited to head a research program involved in treating stroke patients.

On arrival in the US a year ago, he was unlawfully arrested and indefinitely detained, held without bond or trial, his fundamental rights denied, a distinguished scientist brutalized as a political prisoner for being an Iranian national, the world community ignoring his appalling mistreatment.

His former students Mahboobe Ghaedi (a permanent US resident) and Maryam Jazayeri (a naturalized US citizen) face similar false federal charges for allegedly attempting to export biological material to Iran without US authorization. They were released on bond.

According to attorney Leonard Franco representing Soleimani, he and his two former students were secretly indicted, falsely charged with trade sanctions violations, relating to vials of human growth hormone.

They were seized from one of his former students in 2016 by US customs agents while Obama was still president.

Franco explained that the growth hormone in question is used legally in the US, Iran and elsewhere. Soleimani is involved in medical research, his work “considered largely exempt from (US) sanctions.”

The growth hormone he worked on was legally allowed for export to Iran from April 7, 2014 – December 22, 2016.

The FBI earlier said it found “no nefarious purpose” behind Soleimani’s request for a former student to deliver the substance in question to him for medical research.

Yet in June Trump’s Justice Department extrajudicially, months before arriving in the US his visa not rescinded even though charged, showing the Trump regime wanted him arrested, prosecuted, and imprisoned as part of its war on Iran by other means.

His stem cell/regenerative medicine research violates no US laws nor any elsewhere. It’s invaluable work, advancing medical science in an important field, its benefits able to help people in need worldwide.

Soleimani suffers from irritable bowel syndrome (IBS). His condition deteriorated in detention because of denial of proper medical treatment.

Disease symptoms include cramping, abdominal pain, bloating, gas, diarrhea, constipation, or both, a chronic condition requiring longterm care, he’s denied in detention.

Dozens of Iranian nationals are politically incarcerated in the US gulag prison system, largely for allegedly violating unlawfully imposed US sanctions.

October 25 marked the one-year anniversary of Soleimani’s unlawful arrest and detention — victimized by US imperial viciousness.

Days earlier, his wife Dr. Mahnaz Rabeie condemned his unlawful arrest, detention and mistreatment — including denial of numerous attempts by her and other family members to provide him with vital medications he’s not given in prison.

Reportedly he lost over 30 pounds, his mental and physical condition deteriorating, including severe vision loss.

His wife’s statement as reported by Press TV said the following:

“I, Dr. Rabiei, as the wife of Professor Masoud Soleimani, along with other members of this international elite’s family, condemn this hostile act by the US government and believe the abuse of nationals to oppress their government is an inhumane act and a clear example of human rights violation.”

“The conspiracy by the US government and Mayo Clinic to set up and arrest a scientist, who is expert in his field (stem cells) and has stepped in to help hard-to-cure patients around the world was a purposeful movement, especially when we see he has authored numerous articles in the field and recently advanced eye-catchingly.”

“This move is meant to keep a non-American scientist away from science and advancement.”

“(Hereby) we object to the move by Mayo Clinic which has used the scientific arena to trap a scientist from a foreign country to be incarcerated in US prisons.”

“We believe that making conditions insecure for scientists and the elite in every society disrupts the production of knowledge and diminishes the enthusiasm of leading world researchers.”

“Obviously, no sensible person approves of this biased and inhumane behavior. Therefore, we explicitly demand that if the United States claims to respect human rights and justice, it must release Professor Masoud Soleimani as soon as possible because there is no adequate evidence to convict this innocent scientist.”

“Perhaps, if there were (any evidence against him), his trial would not adjourn for a year.”

“We are extremely grateful to Tarbiat Modares University of Tehran and all Iranian institutions, especially the Foreign Ministry, as well as independent media outlets and journalists who are working on the release of Dr. Masoud Soleimani and investigating the reasons for his detention; especially the ones which condemn the US administration's cowardly act.”

“We call on Iranian and non-Iranian scholars and scientists to protest against the US government and its anti-human rights policies to avoid recurrence of such cases.”

“We also urge them to demand the US government and its legal system to immediately release Professor Masoud Soleimani.”

“However, we also urge the government of the Islamic Republic of Iran to pursue this process more seriously than ever, given that the issue was not given much importance at first, and the case was investigated after six months.”

“This is no immediate action has been taken to release this innocent scientist, while his prolonged incarceration and the unlawful damages and difficulties are increasingly ongoing.”

“Meanwhile, the unfortunate death of his mother following the shock of her son’s arrest, made Dr. Masoud Soleimani’s wish to visit his mother unattainable forever.”

“This irreparable grievance has greatly aggravated the suffering caused by his disastrous condition, while the mental and physical condition of this philanthropic scientist is currently unfavorable.”

“The esteemed government of the Islamic Republic of Iran should take immediate action to free this enlightened scientist, regardless of the considerations that have sometimes been too time-consuming and problematic.”

“Above all, we do ask God the Almighty to return this praiseworthy son, faithful husband, kind father, exemplary university professor, kind-hearted scholar and friend to his family, his university, and scientific community of Iran and the world.”

Soleimani is held hostage to US hostility toward Iran, notably since Trump took office — the world community and UN doing nothing to condemn his lawless arrest, detention, and mistreatment, nothing to demand his immediate release.

A personal note:

The nation I grew up in no longer exists, never beautiful, today an unparalleled global menace.

Long ago, I felt safe and secure, no longer because of the rage by my country for world dominance by whatever it takes to achieve it, the human toll of no consequence.

As a US citizen in my 9th decade, I’m appalled by endless US wars of aggression, its diabolical imperial agenda, its unspeakable human and civil rights abuses, its contempt for the rights of ordinary people everywhere — its highest of high crimes against humanity.

Today is the most perilous time in world history, a deplorable state that should scare everyone.

What happened to Dr. Soleimani can happen to anyone, including independent truth-telling journalists unwilling to stay silent about US abuses of power no one should tolerate anywhere.

My heart goes out to Dr. Soleimani, his wife, other family members, and to everyone everywhere mistreated by hegemon USA, a police state masquerading as democratic.

Sumber:

Tehran Times - US dirty war on Iran targets its scientists.

French Tourist group visits Palmyra, expresses sorry for France role in war against  Syria

Palmyra, SANA- A French tourist group visited the historical city of Palmyra and check out the destruction which the city has suffered due to the  crimes of  Daesh (ISIS) terrorist organization against the history and the civilization of this ancient city.

Michelle Anka, a retired pharmacist, one of  the French tourist group told SANA “This is my third visit to Syria after the war. This country has great historical heritage.”

Anka added “ I feel very sorry that the government of my country (France) has a hand in the suffering of the Syrian People who have difficulties in managing their daily life due to terrorism”.

“In every visit to Syria I feel the courage of the Syrian People through their insistence on rebuilding what has been destroyed at the hands of Terrorist groups.” Anka said

The tourist Martin Charel, a lawyer, in her turn said that their visit to Syria aims to get acquainted with the real situation in this country which enjoys safety and stability, contrary to what Some Western media is trying to promote.

“I was very moved after seeing the brutal destruction of the archaeological monuments sites in Palmyra by terrorists  ISIS,” she added.

Palmyra’s residential and archaeological city is witnessing a steady return to natural life  and tourism due to the state of security and safety experienced by the area after clearing the city  from terrorism and as a result of the relentless efforts exerted by the authorities concerned in Homs province to complete the rehabilitation of infrastructure and services and to provide all requirements for restoring the elegance of this global tourist destination.

Sumber:

SANA - French Tourist group visits Palmyra, expresses sorry for France role in war against  Syria.

Proses Penyerbukan Pada Awan

Dalam ilmu Biologi, terdapat istilah yang dikenal sebagai penyerbukan, atau polinasi (dari bahasa Inggris, pollination), berupa jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan peristiwa penting berikutnya, pembuahan. Sebagian tanaman melakukan proses penyerbukan melalui perantaraan angin. Peristiwa tersebut dikenal sebagai anemophily.

Serbuk sari, diperbesar dengan mikroskop. (Wikimedia)
Tanaman yang melakukan proses penyerbukan melalui mekanisme angin tidak memiliki fitur-fitur seperti bunga yang mencolok, nektar, dan aroma. Sebagai gantinya, mereka menghasilkan serbuk sari ringan dan kering dari bunga kecil yang bisa terbawa angin dengan mudah. Anemophily ternyata tidak hanya berperan dalam proses penyerbukan. Lebih jauh, pengetahuan modern menemukan bahwa anemophily berperan dalam pembentukan awan di langit.

Para peneliti awalnya berasumsi bahwa partikel-partikel serbuk sari dianggap terlalu besar untuk dapat tinggal di atmosfer. Tetapi penelitian menemukan bahwa serbuk sari dapat terpecah menjadi partikel yang lebih kecil. Dengan ukuran yang lebih kecil, memungkinkan mereka mudah terbawa oleh angin untuk berada di atmosfer. Menggunakan laboratorium khusus, para peneliti menunjukkan bahwa serbuk sari bisa terpecah menjadi partikel-partikel cukup kecil untuk menciptakan kelembaban. Karena itu, serbuk sari yang terbawa oleh angin berperan dalam proses terbentuknya hujan di langit.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. [Surat Al-Hijr Ayat 22]

Menurut Ibnu Jarir, makna riyāḥa lawāqiḥa (الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ) adalah angin menyerbuki awan.

Ubayd bin 'Umayr Al-Laythi berkata: "Allah mengirimkan angin yang bergerak di bumi, kemudian Allah mengirimkan angin yang menimbulkan awan, kemudian Allah mengirimkan angin yang membentuk awan, kemudian Allah mengirimkan angin yang menyerbuki pohon-pohon. Kemudian,
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ
(Dan Kami mengirim angin yang menyerbuki awan).

Angin yang menyerbuki awan secara alami dikenal sebagai cloud condensation nuclei, yaitu partikel-partikel kecil biasanya 1/100 ukuran tetesan uap air yang mengembun di awan. Cloud condensation nuclei biasanya digunakan dalam penyemaian awan, salah satu upaya buatan untuk meningkatkan curah hujan.

Ilustrasi serbuk sari yang terbawa angin di atmosfer. (Wikimedia)
Contoh cloud condensation nuclei adalah peristiwa yang terjadi di wilayah Durham, North Carolina. Menurut saksi mata, udara di kota tersebut dipenuhi dengan serbuk sari berwarna hijau kekuningan. Kondisi cuaca yang “berangin dan kering,” membantu menciptakan kondisi ideal bagi butiran-butiran serbuk sari untuk berkumpul. Badai petir melanda wilayah Durham setidaknya dua jam setelah peristiwa itu didokumentasikan. Angin kencang menyapu serbuk sari di udara, kemudian hujan deras menyapu banyak serbuk sari yang menempel di tanah.

Dapat disimpulkan bahwa angin memiliki dua peran sekaligus. Pertama, membantu proses penyerbukan pada tanaman atau dikenal sebagai anemophily. Kedua, sebagian dari serbuk sari tersebut dibawa oleh angin lebih jauh menuju awan di langit atau dikenal sebagai cloud condensation nuclei. Anemophily menghasilkan pembuahan, sedangkan cloud condensation nuclei menghasilkan hujan. Partikel-partikel non-gas (serbuk sari, debu dan partikel-partikel lain) dibutuhkan oleh awan untuk membuat transisi dari uap ke cairan. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

CNN - Try not to sneeze. These photos show a 'pollenpocalypse' in North Carolina.

King Saud University - Tafsir Al-Tabari.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

University Of Michigan - Pollen and clouds: April flowers bring May showers?

Wikipedia - Anemophily & Cloud condensation nuclei.

Bentuk Alam Semesta Menurut Agama Islam

Menurut teori inflasi, geometri alam semesta yang dapat diamati adalah datar, seperti selembar kertas. WMAP telah mengkonfirmasi dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Alam semesta adalah datar dengan margin kesalahan hanya 0,4 persen.

Alam semesta yang dapat diamati memiliki bentuk datar seperti kertas. (Pixabay)
Bentuk datar menunjukkan bahwa alam semesta tak terbatas luasnya (infinity). Walaupun demikian, karena alam semesta memiliki usia yang terbatas, kita hanya bisa mengamati volume yang terbatas dari alam semesta. Alam semesta kemungkinan jauh lebih besar dari volume yang dapat kita amati.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

(Yaitu) pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Surat Al-Anbiya Ayat 104]

Menurut terjemahan Sahih International, yang dimaksud dengan natwi (نَطْوِي) adalah lipat. Sedangkan yang dimaksud dengan kaṭayyi (كَطَيِّ) adalah melipat. Karena itu makna yang tepat adalah "Pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas."

Topologi alam semesta menunjukkan bahwa ruangwaktu yang datar dapat dilipat menjadi torus ketika ujung-ujungnya bersentuhan. Torus menurut wikipedia adalah bentuk menyerupai cincin (atau donat). Torus mewakili bentuk alam semesta yang melakukan siklus tanpa singularitas. Model torus dari ruangwaktu merupakan pendekatan baru dari teori cyclic.

Teori cyclic (atau model bersiklus) menyatakan bahwa alam semesta mengikuti siklus yang tak terbatas. Sebagai contoh adalah teori alam semesta bersiklus yang diusulkan oleh Albert Einstein pada tahun 1930. Dia berteori bahwa alam semesta mengikuti serangkaian siklus abadi, masing-masing dimulai dengan Big Bang (terbentuknya alam semesta) dan diakhiri dengan Big Crunch (kiamat). Setelah terbentuk, alam semesta akan mengembang untuk suatu periode waktu sebelum gaya tarik gravitasi materi menyebabkannya runtuh (big crunch) dan mengalami pembentukan alam semesta kembali (big bang).

Model torus pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Alexei Starobinsky dan Yakov Borisovich Zel'dovich di Landau Institute di Moskow. Teori tersebut menggambarkan bentuk alam semesta (topologi) sebagai torus tiga dimensi. Konsekuensi dari geometri torus adalah luas alam semesta bersifat terbatas (finity) dan relatif kecil.

Para peneliti telah mengamati pola-pola tak terduga dalam CMB, radiasi yang ditinggalkan oleh Big Bang. CMB terdiri dari gelombang berupa bintik-bintik panas dan bintik-bintik dingin. Berdasarkan definisi, alam semesta tidak terbatas seharusnya mengandung gelombang-gelombang dari semua ukuran. Tetapi para peneliti menemukan bahwa gelombang yang lebih panjang tidak ditemukan dari pengukuran CMB. Satu penjelasan mengenai gelombang yang hilang adalah bahwa alam semesta bersifat terbatas.

Geometri torus dapat menyelesaikan jawaban untuk sebagian besar masalah alam semesta yang masih belum terpecahkan seperti kerataan, masalah horizon, pembentukan struktur dan masalah entropi.

Diriwayatkan oleh 'Abdullah ibnu' Amr:

Kami sedang duduk dengan Rasulullah (Saw), ketika seorang pria Badui mengenakan jubah dengan border mendekatinya sampai ia berdiri di hadapan Rasulullah (Saw). Pria Badui tersebut berkata, "Temanmu telah merendahkan setiap penunggang kuda dan mengangkat setiap gembala." Nabi (Saw) memegangi lipatan jubahnya dan berkata, "Saya melihat bahwa Anda mengenakan pakaian seseorang yang tidak memiliki kecerdasan." Kemudian beliau melanjutkan, 'Nabi Nuh (as) memberi tahu putranya, "Aku akan memberimu beberapa instruksi. Aku perintahkan kamu satu perkara dan aku melarang kamu dua perkara. Aku perintahkan kamu untuk mengatakan, 'Tidak ada tuhan selain Allah.' Jika tujuh langit dan tujuh bumi adalah cincin gelap, mereka akan dipotong oleh 'Tidak ada Tuhan selain Allah' dan 'Kemuliaan bagi Allah dan dengan pujian-Nya.' Ucapan ini merupakan doa dari setiap hal dan olehnya semuanya memiliki ketentuannya. Aku melarang kamu untuk menyekutukan apapun dengan Allah dan aku melarang kamu untuk berbangga diri. ' (Al-Adab Al-Mufrad, Book 30, Hadith 548)

Geometri torus pada alam semesta memiliki bentuk seperti cincin atau donat. (Wikimedia)
Salah satu pertanyaan terbesar mengenai teori cyclic adalah bagaimana alam semesta akan bertransisi dari kontraksi (kolaps/big crunch) ke ekspansi (big bang) ketika sepenuhnya 'kempes'. Menurut para peneliti, ketika alam semesta berada pada titik terkecilnya (kolaps), ia diperintah oleh mekanika kuantum dan bukan fisika normal dari dunia sehari-hari di sekitar kita.

Alam semesta akan diselamatkan dari ketiadaan karena efek mekanika kuantum pada dasarnya akan menyatukan semuanya. Mekanika kuantum mampu menyelamatkan elektron agar tidak lepas dari atom, sehingga kehancuran atom bisa dicegah. Dengan itu pula, alam semesta dapat berkembang dari satu titik bahkan dengan sedikit radiasi dan zat yang hadir pada saat itu. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

NASA - Will the Universe expand forever?

Nature - Doughnut-shaped Universe bites back.

Quranic Arabic Corpus - Natwi & Katayyi.

R. MURDZEK: CYCLIC UNIVERSES FROM TORUS GEOMETRY, Physics Department, “Al. I. Cuza” University.

Sciencealert - Physicists Just Showed That The Big Bang Might Have Been a 'Big Bounce'.

Sunnah - Al-Adab Al-Mufrad.

University of Oregon - Geometry of the Universe.

Wikipedia - Three-torus model of the universe & Cyclic model.