Dalam berbagai peradaban, naga dikenal dengan nama dragon (Inggris), draken (Skandinavia) dan Liong (Tiongkok). Naga merupakan monster legendaris yang biasanya digambarkan sebagai kadal besar, bersayap kelelawar, kadang dapat menyemburkan api. Makhluk ini juga kadang digambarkan sebagai ular besar yang memiliki kaki. Naga biasanya diceritakan tinggal di gua, perairan yang dalam, pegunungan, dasar laut serta hutan angker.
Beberapa literatur sejarah menunjukkan bahwa naga benar-benar ada di bumi. Catatan awal mengenai naga dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno ketika Aleksander Agung (336–323 SM) melakukan invasi ke India.
Alexander Agung menuturkan bahwa ia melihat seekor naga besar berdesis bersembunyi di dalam gua lembap. Ia juga menambahkan bahwa suku-suku setempat menyembah makhluk itu sebagai dewa. Onesicritus, salah satu bawahan Alexander Agung melaporkan bahwa ada naga yang tinggal di India. Menurut Onesicritus, naga tersebut sangat besar dan memiliki panjang antara 30 hingga 60 meter.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Surat An-Nahl Ayat 8]
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memaknai "menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya" sebagai hal-hal luar biasa dan aneh. Menurut keterangan Imam al-Qurtubi, hal-hal luar biasa dan aneh misalnya seperti (kalau ada) serangga dan panda di dasar bumi dan di dalam laut, yang tidak terlihat oleh manusia dan belum pernah mendengarnya. Pada zaman sekarang ada istilah kriptid (dari bahasa Yunani: κρύπτω— krypto yang berarti "sembunyi"). Kriptid adalah makhluk atau tanaman yang konon ada namun tidak diketahui oleh konsensus ilmiah dan seringkali sangat sulit dipercaya.
Diriwayatkan melalui otoritas Ibnu 'Umar (ra) bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:
Sesungguhnya Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan sekali lagi ia akan kembali (ke posisi lamanya) menjadi aneh seperti ketika ia mulai. Islam akan surut di antara kedua masjid itu sama seperti naga merayap kembali ke lubang (sarang)-nya. (Sahih Muslim, Book 1, Hadith 271)
Selain Alexander Agung dan Onesicritus, ada banyak catatan sejarah yang kredibel mengenai keberadaan naga di bumi.
Tubero dalam Histories-nya mencatat tentang adanya naga dalam perang Punisia pertama (perang antara Romawi melawan Kartago pada 264 hingga 241 SM). Pada saat itu Romawi dipimpin oleh panglima Atilius Regulus. Ketika sedang berkemah di sungai Bagradas di Afrika, pasukan Romawi bertemu dan bertempur habis-habisan dengan seekor naga yang memiliki ukuran luar biasa.
Makhluk tersebut memiliki sarang tidak jauh dari wilayah pertempuran. Pergulatan hebat terjadi dengan seluruh pasukan menyerang untuk waktu yang lama. Mereka akhirnya dapat mengalahkan naga dengan menggunakan artileri berat seperti ballista dan catapult. Setelah terbunuh, pasukan Romawi mengambil kulit naga itu lalu dikirim ke Roma. Diperkirakan bahwa makhluk tersebut memiliki panjang 36,5 meter.
Zakariya al-Qazwini (1203–1283 Masehi) mencatat keberadaan naga
dalam kitab ʿAjā'ib al-makhlūqāt wa gharā'ib al-mawjūdāt (Bahasa Arab: عجائب المخلوقات وغرائب الموجودات, artinya keajaiban makhluk-makhluk dan benda-benda aneh yang ada). Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab oleh dan merupakan karya penting dalam kosakata al-Quran.
Penjelajah Italia Marco Polo (1254 - 1324 Masehi) juga memiliki catatan mengenai naga. Ia dikenal sebagai pedagang yang melakukan perjalanan menuju Asia, Persia, Cina, dan Indonesia pada akhir abad ke-13. Dalam catatannya, The Travels of Marco Polo, ada bagian mengenai tempat di Timur Jauh yang ia sebut "Karajan," yang tampaknya dipenuhi oleh binatang buas. Ia mendeskripsikan sebagai berikut:
|| Di sini ditemukan ular dan naga besar, sepuluh langkah panjangnya dan sepuluh rentang dalam lingkar (artinya panjang 15,2 meter dan keliling 2,5 meter). Di bagian depan, dekat kepala, mereka memiliki dua kaki pendek, masing-masing dengan tiga cakar, serta mata lebih besar dari sepotong roti dan sangat mencolok. Rahangnya cukup lebar untuk menelan seorang manusia. Taring mereka besar dan tajam. Seluruh penampilan mereka begitu menakutkan sehingga tidak ada manusia, atau hewan apa pun yang dapat mendekati mereka tanpa teror. Adapun lainnya berukuran lebih kecil; dengan panjang sekitar delapan, enam, atau lima langkah. ||
Pada tahun 2016, sebuah dokumentasi menunjukkan adanya makhluk terbang misterius yang sangat mirip dengan naga. Makhluk aneh tersebut terekam di wilayah Cina dan Amerika Serikat.
Selain semua yang sudah disebutkan, catatan sejarah mengenai naga yang kredibel dapat ditemukan dalam The Life of Apollonius of Tyanna karya Philostratus (170 – 250 Masehi), On Animals karya Claudius Aelianus (175 - 235 Masehi), catatan Conrad Gessner (1516 - 1565 Masehi), catatan Ulisse Aldrovandi (1522 - 1605 Masehi), Aberdeen Bestiary, yaitu manuskrip berbahasa Inggris abad ke-12 yang pertama kali terdaftar pada tahun 1542 Masehi dalam inventaris Perpustakaan Old Royal (Palace of Westminster), The History of Four-Footed Beasts and Serpents karya Edward Topsell (1572 - 1625 Masehi). Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.
Mysterious Universe - A Strange History of Real Dragons.
Quranx - Tafsir Jalalayn.
Sunnah - Sahih Muslim.
University of Chicago - Gellius
Attic Nights.
Wikipedia - Dragon.
![]() |
| Dari Alexander Agung hingga Marco Polo, banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa naga adalah makhluk yang lazim ditemukan sebelum dan pada era abad pertengahan. (Wikimedia) |
Alexander Agung menuturkan bahwa ia melihat seekor naga besar berdesis bersembunyi di dalam gua lembap. Ia juga menambahkan bahwa suku-suku setempat menyembah makhluk itu sebagai dewa. Onesicritus, salah satu bawahan Alexander Agung melaporkan bahwa ada naga yang tinggal di India. Menurut Onesicritus, naga tersebut sangat besar dan memiliki panjang antara 30 hingga 60 meter.
Allah SWT berfirman sebagai berikut:
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Surat An-Nahl Ayat 8]
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memaknai "menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya" sebagai hal-hal luar biasa dan aneh. Menurut keterangan Imam al-Qurtubi, hal-hal luar biasa dan aneh misalnya seperti (kalau ada) serangga dan panda di dasar bumi dan di dalam laut, yang tidak terlihat oleh manusia dan belum pernah mendengarnya. Pada zaman sekarang ada istilah kriptid (dari bahasa Yunani: κρύπτω— krypto yang berarti "sembunyi"). Kriptid adalah makhluk atau tanaman yang konon ada namun tidak diketahui oleh konsensus ilmiah dan seringkali sangat sulit dipercaya.
Diriwayatkan melalui otoritas Ibnu 'Umar (ra) bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:
Sesungguhnya Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan sekali lagi ia akan kembali (ke posisi lamanya) menjadi aneh seperti ketika ia mulai. Islam akan surut di antara kedua masjid itu sama seperti naga merayap kembali ke lubang (sarang)-nya. (Sahih Muslim, Book 1, Hadith 271)
Selain Alexander Agung dan Onesicritus, ada banyak catatan sejarah yang kredibel mengenai keberadaan naga di bumi.
Tubero dalam Histories-nya mencatat tentang adanya naga dalam perang Punisia pertama (perang antara Romawi melawan Kartago pada 264 hingga 241 SM). Pada saat itu Romawi dipimpin oleh panglima Atilius Regulus. Ketika sedang berkemah di sungai Bagradas di Afrika, pasukan Romawi bertemu dan bertempur habis-habisan dengan seekor naga yang memiliki ukuran luar biasa.
Makhluk tersebut memiliki sarang tidak jauh dari wilayah pertempuran. Pergulatan hebat terjadi dengan seluruh pasukan menyerang untuk waktu yang lama. Mereka akhirnya dapat mengalahkan naga dengan menggunakan artileri berat seperti ballista dan catapult. Setelah terbunuh, pasukan Romawi mengambil kulit naga itu lalu dikirim ke Roma. Diperkirakan bahwa makhluk tersebut memiliki panjang 36,5 meter.
Zakariya al-Qazwini (1203–1283 Masehi) mencatat keberadaan naga
dalam kitab ʿAjā'ib al-makhlūqāt wa gharā'ib al-mawjūdāt (Bahasa Arab: عجائب المخلوقات وغرائب الموجودات, artinya keajaiban makhluk-makhluk dan benda-benda aneh yang ada). Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab oleh dan merupakan karya penting dalam kosakata al-Quran.
Penjelajah Italia Marco Polo (1254 - 1324 Masehi) juga memiliki catatan mengenai naga. Ia dikenal sebagai pedagang yang melakukan perjalanan menuju Asia, Persia, Cina, dan Indonesia pada akhir abad ke-13. Dalam catatannya, The Travels of Marco Polo, ada bagian mengenai tempat di Timur Jauh yang ia sebut "Karajan," yang tampaknya dipenuhi oleh binatang buas. Ia mendeskripsikan sebagai berikut:
|| Di sini ditemukan ular dan naga besar, sepuluh langkah panjangnya dan sepuluh rentang dalam lingkar (artinya panjang 15,2 meter dan keliling 2,5 meter). Di bagian depan, dekat kepala, mereka memiliki dua kaki pendek, masing-masing dengan tiga cakar, serta mata lebih besar dari sepotong roti dan sangat mencolok. Rahangnya cukup lebar untuk menelan seorang manusia. Taring mereka besar dan tajam. Seluruh penampilan mereka begitu menakutkan sehingga tidak ada manusia, atau hewan apa pun yang dapat mendekati mereka tanpa teror. Adapun lainnya berukuran lebih kecil; dengan panjang sekitar delapan, enam, atau lima langkah. ||
Pada tahun 2016, sebuah dokumentasi menunjukkan adanya makhluk terbang misterius yang sangat mirip dengan naga. Makhluk aneh tersebut terekam di wilayah Cina dan Amerika Serikat.
Selain semua yang sudah disebutkan, catatan sejarah mengenai naga yang kredibel dapat ditemukan dalam The Life of Apollonius of Tyanna karya Philostratus (170 – 250 Masehi), On Animals karya Claudius Aelianus (175 - 235 Masehi), catatan Conrad Gessner (1516 - 1565 Masehi), catatan Ulisse Aldrovandi (1522 - 1605 Masehi), Aberdeen Bestiary, yaitu manuskrip berbahasa Inggris abad ke-12 yang pertama kali terdaftar pada tahun 1542 Masehi dalam inventaris Perpustakaan Old Royal (Palace of Westminster), The History of Four-Footed Beasts and Serpents karya Edward Topsell (1572 - 1625 Masehi). Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.
Mysterious Universe - A Strange History of Real Dragons.
Quranx - Tafsir Jalalayn.
Sunnah - Sahih Muslim.
University of Chicago - Gellius
Attic Nights.
Wikipedia - Dragon.







