Misteri Mengenai Keberadaan Naga Di Bumi

Dalam berbagai peradaban, naga dikenal dengan nama dragon (Inggris), draken (Skandinavia) dan Liong (Tiongkok). Naga merupakan monster legendaris yang biasanya digambarkan sebagai kadal besar, bersayap kelelawar, kadang dapat menyemburkan api. Makhluk ini juga kadang digambarkan sebagai ular besar yang memiliki kaki. Naga biasanya diceritakan tinggal di gua, perairan yang dalam, pegunungan, dasar laut serta hutan angker.

Dari Alexander Agung hingga Marco Polo, banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa naga adalah makhluk yang lazim ditemukan sebelum dan pada era abad pertengahan. (Wikimedia)
Beberapa literatur sejarah menunjukkan bahwa naga benar-benar ada di bumi. Catatan awal mengenai naga dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno ketika Aleksander Agung (336–323 SM) melakukan invasi ke India.
Alexander Agung menuturkan bahwa ia melihat seekor naga besar berdesis bersembunyi di dalam gua lembap. Ia juga menambahkan bahwa suku-suku setempat menyembah makhluk itu sebagai dewa. Onesicritus, salah satu bawahan Alexander Agung  melaporkan bahwa ada naga yang tinggal di India. Menurut Onesicritus, naga tersebut sangat besar dan memiliki panjang antara 30 hingga 60 meter.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. [Surat An-Nahl Ayat 8]

Imam Jalaluddin as-Suyuthi memaknai "menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya" sebagai hal-hal luar biasa dan aneh. Menurut keterangan Imam al-Qurtubi, hal-hal luar biasa dan aneh misalnya seperti (kalau ada) serangga dan panda di dasar bumi dan di dalam laut, yang tidak terlihat oleh manusia dan belum pernah mendengarnya. Pada zaman sekarang ada istilah kriptid (dari bahasa Yunani: κρύπτω— krypto yang berarti "sembunyi"). Kriptid adalah makhluk atau tanaman yang konon ada namun tidak diketahui oleh konsensus ilmiah dan seringkali sangat sulit dipercaya.

Diriwayatkan melalui otoritas Ibnu 'Umar (ra) bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda:

Sesungguhnya Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan sekali lagi ia akan kembali (ke posisi lamanya) menjadi aneh seperti ketika ia mulai. Islam akan surut di antara kedua masjid itu sama seperti naga merayap kembali ke lubang (sarang)-nya. (Sahih Muslim, Book 1, Hadith 271)

Selain Alexander Agung dan Onesicritus, ada banyak catatan sejarah yang kredibel mengenai keberadaan naga di bumi.

Tubero dalam Histories-nya mencatat tentang adanya naga dalam perang Punisia pertama (perang antara Romawi melawan Kartago pada 264 hingga 241 SM). Pada saat itu Romawi dipimpin oleh panglima Atilius Regulus. Ketika sedang berkemah di sungai Bagradas di Afrika, pasukan Romawi bertemu dan bertempur habis-habisan dengan seekor naga yang memiliki ukuran luar biasa.

Makhluk tersebut memiliki sarang tidak jauh dari wilayah pertempuran. Pergulatan hebat terjadi dengan seluruh pasukan menyerang untuk waktu yang lama. Mereka akhirnya dapat mengalahkan naga dengan menggunakan artileri berat seperti ballista dan catapult. Setelah terbunuh, pasukan Romawi mengambil kulit naga itu lalu dikirim ke Roma. Diperkirakan bahwa makhluk tersebut memiliki panjang 36,5 meter.

Zakariya al-Qazwini (1203–1283 Masehi) mencatat keberadaan naga
dalam kitab ʿAjā'ib al-makhlūqāt wa gharā'ib al-mawjūdāt (Bahasa Arab: عجائب المخلوقات وغرائب الموجودات, artinya keajaiban makhluk-makhluk dan benda-benda aneh yang ada). Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Arab oleh  dan merupakan karya penting dalam kosakata al-Quran.

Penjelajah Italia Marco Polo (1254 - 1324 Masehi) juga memiliki catatan mengenai naga. Ia dikenal sebagai pedagang yang melakukan perjalanan menuju Asia, Persia, Cina, dan Indonesia pada akhir abad ke-13. Dalam catatannya, The Travels of Marco Polo, ada bagian mengenai tempat di Timur Jauh yang ia sebut "Karajan," yang tampaknya dipenuhi oleh binatang buas. Ia mendeskripsikan sebagai berikut:

|| Di sini ditemukan ular dan naga besar, sepuluh langkah panjangnya dan sepuluh rentang dalam lingkar (artinya panjang 15,2 meter dan keliling 2,5 meter). Di bagian depan, dekat kepala, mereka memiliki dua kaki pendek, masing-masing dengan tiga cakar, serta mata lebih besar dari sepotong roti dan sangat mencolok. Rahangnya cukup lebar untuk menelan seorang manusia. Taring mereka besar dan tajam. Seluruh penampilan mereka begitu menakutkan sehingga tidak ada manusia, atau hewan apa pun yang dapat mendekati mereka tanpa teror. Adapun lainnya berukuran lebih kecil; dengan panjang sekitar delapan, enam, atau lima langkah. ||

Pada tahun 2016, sebuah dokumentasi menunjukkan adanya makhluk terbang misterius yang sangat mirip dengan naga. Makhluk aneh tersebut terekam di wilayah Cina dan Amerika Serikat.


Selain semua yang sudah disebutkan, catatan sejarah mengenai naga yang kredibel dapat ditemukan dalam The Life of Apollonius of Tyanna karya Philostratus (170 – 250 Masehi), On Animals karya Claudius Aelianus (175 - 235 Masehi), catatan Conrad Gessner (1516 - 1565 Masehi), catatan Ulisse Aldrovandi (1522 - 1605 Masehi), Aberdeen Bestiary, yaitu manuskrip berbahasa Inggris abad ke-12 yang pertama kali terdaftar pada tahun 1542 Masehi dalam inventaris Perpustakaan Old Royal (Palace of Westminster), The History of Four-Footed Beasts and Serpents karya Edward Topsell (1572 - 1625 Masehi). Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Mysterious Universe - A Strange History of Real Dragons.

Quranx - Tafsir Jalalayn.

Sunnah - Sahih Muslim.

University of Chicago - Gellius
Attic Nights.

Wikipedia - Dragon.

Raksasa Berdasarkan Tinjauan Sejarah Dan Arkeologi

Meskipun lebih sering dikaitkan dengan mitologi dan legenda, keberadaan raksasa di bumi mengacu pada catatan-catatan sejarah kuno, memang benar-benar ada. Sebagai contoh adalah Patagonian, ras raksasa yang pertama kali mulai muncul dalam catatan-catatan Eropa. Mereka bertempat di wilayah garis pantai Patagonia. Disebutkan bahwa patagonian memiliki tinggi setidaknya dua kali lipat tinggi manusia normal. Beberapa catatan menuturkan bahwa tinggi mereka antara 3,7 hingga 4,6 meter atau lebih.

Ilustrasi raksasa. Ada beberapa catatan sejarah yang kredibel sebelum dan pada zaman abad pertengahan. (Wikimedia)
Kisah-kisah tentang raksasa patagonia menjadi pembahasan arus utama di Eropa selama 250 tahun. Catatan pertama tentang raksasa patagonia berasal dari perjalanan Ferdinand Magellan dan krunya. Mereka  mengaku telah melihat patagonian saat menjelajahi garis pantai Amerika Selatan dalam perjalanan ke Kepulauan Maluku dalam rangka perjalanan mengelilingi dunia pada tahun 1520-an.

Dalam al-Quran, terdapat ayat yang menjelaskan mengenai keberadaan raksasa. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang jabbārīna, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya". [Surat Al-Ma'idah Ayat 22]

Menurut ahli tafsir seperti Ibnu Abbas (ra) dan imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dimaksud dengan jabbārīna adalah raksasa.

Antonio Pigafetta, salah satu dari sedikit yang selamat dari ekspedisi dan penulis sejarah ekspedisi Magellan, menulis dalam catatannya tentang pertemuan mereka dengan penduduk asli yang memiliki tinggi dua kali orang normal:

|| Pada suatu hari kami menyaksikan raksasa pria dalam keadaan telanjang di tepi pelabuhan. Raksasa itu menari, bernyanyi, dan melemparkan debu ke kepalanya. Kapten (yaitu, Magellan) mengirim salah satu dari kru kami ke raksasa itu. Kapten menyuruh kru tersebut agar melakukan tindakan yang sama sebagai tanda perdamaian. Setelah melakukan itu, kru yang disuruh tadi memandu raksasa ke sebuah pulau di mana kapten sedang menunggu. Ketika raksasa itu melihat kami, dia sangat kagum, kemudian membuat tanda dengan satu jari terangkat ke atas, meyakini bahwa kami berasal dari langit. Dia begitu tinggi sehingga kami hanya mencapai pinggangnya, dan ia juga proporsional ||.

Selain Ferdinand Magellan, Sir Francis Drake juga menjadi saksi mata mengenai keberadaan raksasa patagonia pada tahun 1579. Ia menjelaskan tinggi mereka semula tiga meter kemudian mengurangi ketinggian Patagonian menjadi 2,2 meter. Tetapi jelas bahwa maksudnya adalah untuk mendiskreditkan Spanyol dan menyalahkan mereka terkait dengan "keburukan" raksasa. Ironisnya, dia benar-benar mengkonfirmasikan fakta dasar di balik mitos tersebut.

Pada tahun 1590-an, Anthony Knivet mengklaim bahwa ia telah melihat mayat yang panjangnya 3,7 meter di wilayah Patagonia. Masih di tahun 1590-an, William Adams, seorang berkebangsaan Inggris yang mengitari Tierra del Fuego, melaporkan bentrokan antara awak kapalnya dan penduduk asli yang memiliki tinggi tidak wajar.

Pada tahun 1766, desas-desus muncul ketika kru HMS Dolphin, yang dikapteni oleh Komodor John Byron, telah melihat suku pribumi setinggi 2,7 meter di Patagonia. Saat itu mereka sedang lewat di sana dalam rangka navigasi keliling dunia. Namun mereka mengedit tinggi patagonian menjadi "hanya" 1,98 meter pada tahun 1773.

Sebelum abad pertengahan, catatan awal tentang sejarah raksasa dapat ditemukan dalam literatur Yunani kuno dan Kekaisaran Romawi. Sejarawan Herodotus (dalam Book 1, Chapter 68) Menjelaskan bagaimana bangsa Sparta menemukan tubuh Orestes yang panjangnya tiga meter di wilayah Tegea. Geografer Pausanias mencatat adanya raksasa yang diperkirakan memiliki tinggi 4,2 meter.

Ketika komandan Romawi Quintus Sertorius tiba di Tingis (Tangier, Maroko) pada tahun 81 SM, penduduk setempat menunjukkan kepadanya sebuah gundukan besar yang disebut kuburan Antaeus, dikenal sebagai pendiri kota Tingis. Dengan skeptis, Sertorius memerintahkan pasukannya untuk menggali gundukan tanah. Sertorius begitu tercengang oleh kerangka besar yang muncul dari penggalian tersebut sehingga ia secara pribadi mengkonfirmasi legenda Tingis dan mengubur kembali Antaeus dengan sangat hormat. Menurut biografi Sertorius dan geografer Strabo yang ditulis oleh Plutarch, kerangka di gundukan itu panjangnya 60 hasta (27,4 meter).

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (ra):

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah menciptakan Adam, membuatnya setinggi 60 hasta. Ketika Dia menciptakannya, Dia berkata kepadanya, "Pergilah dan sambutlah kelompok malaikat itu, dan dengarkanlah mereka, karena itu akan menjadi salammu dan salam dari keturunanmu." Maka Adam berkata (kepada para malaikat), As-Salamu Alaikum (yaitu Damai sejahtera bagimu). Malaikat-malaikat itu berkata, "As-salamu Alaika wa Rahmatu-l-lahi" (Yaitu Perdamaian dan Rahmat Allah besertamu). Dengan demikian para malaikat menambahkan salam hormat kepada Adam, 'Wa Rahmatu-l-lahi,' Setiap orang yang akan masuk surga akan menyerupai Adam. Orang-orang telah berkurang tinggi badan mereka sejak penciptaan Adam. (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 543)

Selama berabad-abad, beberapa arkeolog telah mencari bukti fosil dari ras raksasa. Salah satu bukti terbaik yang pernah ditemukan adalah The Giant of Castelnau. Raksasa ini diperkirakan memiliki tinggi 3,5 meter. The Giant of Castelnau ditemukan oleh antropolog Georges Vacher de Lapouge di pemakaman Zaman Perunggu Castelnau-le-Lez, Prancis pada musim dingin tahun 1890.

Sebelah kanan, sebelah kiri, dan sebelah bawah adalah tulang raksasa Castelnau. Adapun di tengah adalah tulang manusia pada umumnya. (Wikimedia)
Bukti arkeolog lainnya adalah laporan pers tahun 1894. Laporan tersebut menyebutkan penemuan tulang raksasa manusia yang digali di pemakaman prasejarah di Montpellier, Prancis. Tengkorak "28, 31, dan 32 inci dalam lingkar" dilaporkan bersama tulang-tulang lain dengan proporsi raksasa yang mengindikasikan mereka adalah ras manusia "setinggi antara 3 dan 4,5 meter." Tulang-tulang itu dilaporkan dikirim ke Akademi Paris untuk studi lebih lanjut.

Selain dua bukti yang sudah disebutkan, para arkeolog menemukan sisa-sisa Si-Te-Cah atau Sai'i, suku legendaris raksasa kanibalistik berambut merah, yang diduga ditemukan pada tahun 1911 oleh penambang guano di Gua Lovelock, Nevada. Namun, ukuran dan sifat sisa-sisa fosil telah diperdebatkan oleh Adrienne Mayor dalam buku, Fosil Legends of the First American. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Ancient-wisdom - Giants.

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas (ra) & Tafsir al-Jalalain.

Sunnah - Sahih al-Bukhari.

Wikipedia - Giant & Patagon.

Wonders & Marvels - Ancient Romans Excavate a Giant Skeleton in Morocco

Keutamaan Air Hujan Bagi Tanaman

Intensitas curah hujan di berbagai tempat di bumi tidak sama. Ada yang rendah, ada yang sedang, di tempat lain ada yang tinggi. Anda mungkin memperhatikan betapa hijau tanaman terlihat setelah hujan. Hujan, terutama selama badai petir, memiliki kualitas khusus yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Hujan selama badai petir berpengaruh positif pada tanaman karena petir membantu menambahkan nitrogen ke kebun Anda.

Air hujan memberi efek positif bagi tanaman lebih baik dibanding air keran maupun air tanah. (Giphy)
Kebanyakan tanah umumnya tidak memiliki nutrisi (nitrogen) yang cukup. Tanaman membutuhkan nitrogen karena berbagai alasan, khususnya untuk menghasilkan klorofil (pigmen yang dihasilkan oleh fotosintesis). Kalau tanaman kekurangan nitrogen, mereka mungkin terlihat kekuningan. Kadar nitrogen yang sangat rendah untuk waktu yang lama mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat, rentan penyakit atau mati.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [Surat Al-Baqarah Ayat 22]

Selain kaya nitrogen, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen yang menyerap air. Anda mungkin berpikir tanaman akan mengalami dampak negatif karena tergenang air hujan yang berlebihan. Genangan air ledeng dapat menyebabkan kondisi tanah anaerob dan menyebabkan busuk akar jika Anda menyirami tanaman secara berlebihan. Tetapi air hujan sangat teroksigenasi dan dapat memberikan margin keamanan ketika tanah tergenang setelah hujan deras.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah fakta bahwa air hujan adalah air lunak 100% (soft water). Bebas dari garam, mineral, bahan kimia perawatan, dan obat-obatan yang lazim ditemukan di air kota, air tanah, dan air permukaan. Air hujan, sebaliknya, adalah hidrasi murni.

Selain semua yang sudah disebutkan, penjelasan kenapa air hujan lebih baik untuk pertumbuhan tanaman adalah karena air hujan relatif lebih asam. Air murni atau H2O memiliki tingkat PH 7,0 yang netral. Apa pun yang lebih tinggi dari itu disebut basa, apa pun yang lebih rendah disebut asam. Air hujan, umumnya, memiliki PH sekitar 5,6 sehingga berada di kategori asam. PH 5,5 hingga 6,5 adalah kisaran PH yang tepat untuk berbagai jenis tanaman. Ketika air hujan mencapai tanah, mereka melepaskan micronutrient seperti seng, mangan, tembaga, dan besi yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 22 diatas terdapat kata "segala buah-buahan" yang bermakna semua jenis buah di bumi. Tetapi tidak semua jenis buah dapat dapat dimakan, beberapa bahkan beracun dan sangat berbahaya bagi manusia.

Abu Sa'id al-Khudri (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (ﷺ) berdiri dan berbicara kepada orang-orang demikian:

Wahai manusia, demi Allah, aku tidak memiliki rasa takut terhadap kalian sehubungan dengan hal lain selain apa yang Allah akan berikan kepada kalian dalam bentuk perhiasan dunia. Seseorang berkata: Wahai Utusan Allah, apakah ada kebaikan yang menghasilkan kejahatan? Utusan Allah (ﷺ) tetap diam untuk sementara waktu dan beliau kemudian berkata: Apa yang kamu katakan? Pria itu menjawab: Wahai Utusan Allah, aku berkata: Apakah ada kebaikan yang menghasilkan kejahatan? Utusan Allah (ﷺ) berkata kepadanya: Yang baik tidak menghasilkan melainkan yang baik pula. Tetapi di antara tanaman, yang menghasilkan (buah) pada hujan musim semi, ada beberapa yang membunuh atau hampir membunuh semua kecuali hewan yang memakan tumbuh-tumbuhan. Barangsiapa yang menerima kekayaan dengan benar, Allah memberikan berkah untuknya. Adapun dia yang mengambil kekayaan tanpa hak, dia seperti orang yang makan dan tidak puas. (Sahih Muslim, Book 5, Hadith 2288)

Contoh "tanaman pembunuh" adalah pohon manchineel. Semua bagian pohon mengandung racun yang kuat. Kalau anda berdiri di bawah pohon saat hujan akan menyebabkan kulit melepuh dari kontak dengan cairan ini (bahkan setetes hujan dengan zat seperti susu di dalamnya akan menyebabkan kulit melepuh). Getahnya juga diketahui merusak cat pada mobil. Membakar pohon dapat menyebabkan cedera mata jika asap mencapai mata. Kontak dengan getah susu (lateks) menghasilkan dermatitis bulosa, keratokonjungtivitis akut, dan kemungkinan cacat epitel kornea yang parah.

Tanaman Manchineel. (Wikimedia)
Buah berpotensi fatal jika dimakan. Konsumsi dapat menimbulkan gastroenteritis parah dengan perdarahan, syok, superinfeksi bakteri, dan gangguan jalan napas karena edema. Ketika dicerna, buah menimbulkan sensasi terbakar, merobek dan sesak tenggorokan. Meskipun tanaman ini beracun bagi banyak burung dan hewan lain, iguana berduri hitam (Ctenosaura similis) dikenal memakan buah dan bahkan hidup di antara anggota badan pohon.

Penjelajah Spanyol Juan Ponce de León meninggal tak lama setelah terluka yang terjadi dalam pertempuran dengan para petarung Calusa di Florida. Ia terkena panah yang telah diracuni dengan getah pohon manchineel. Dampak yang ditimbulkan oleh pohon ini sangat menakutkan, sehingga Guinness Book of World Records menyatakannya sebagai pohon paling berbahaya di bumi. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Daily News - For plants, rain has benefits that tap water simply can’t deliver.

Native Edge Landscape - Why do plants prefer rainwater?

Sunnah - Sahih Muslim.

The Conversation - I've Always Wondered: is rain better than tap water for plants?

The Mercury News - For plants, rain has benefits that tap water simply can’t deliver.

Wikipedia - Manchineel.

US dirty war on Iran targets its scientists

Illegal US sanctions are weapons of war by other means, what Iranian officials call economic terrorism.

They’re all about crushing its economy and immiserating its people. War by other means also targets Iranian scientists, notably distinguished stem cell expert Masoud Soleimani.

He heads Tarbiat Modares University’s Hematology Department, his academic credentials and scientific standing as an eminent expert in his field recognized internationally.

Granted visa permission to visit the US, he was en route to Rochester, MN to work at the Mayo Clinic, invited to head a research program involved in treating stroke patients.

On arrival in the US a year ago, he was unlawfully arrested and indefinitely detained, held without bond or trial, his fundamental rights denied, a distinguished scientist brutalized as a political prisoner for being an Iranian national, the world community ignoring his appalling mistreatment.

His former students Mahboobe Ghaedi (a permanent US resident) and Maryam Jazayeri (a naturalized US citizen) face similar false federal charges for allegedly attempting to export biological material to Iran without US authorization. They were released on bond.

According to attorney Leonard Franco representing Soleimani, he and his two former students were secretly indicted, falsely charged with trade sanctions violations, relating to vials of human growth hormone.

They were seized from one of his former students in 2016 by US customs agents while Obama was still president.

Franco explained that the growth hormone in question is used legally in the US, Iran and elsewhere. Soleimani is involved in medical research, his work “considered largely exempt from (US) sanctions.”

The growth hormone he worked on was legally allowed for export to Iran from April 7, 2014 – December 22, 2016.

The FBI earlier said it found “no nefarious purpose” behind Soleimani’s request for a former student to deliver the substance in question to him for medical research.

Yet in June Trump’s Justice Department extrajudicially, months before arriving in the US his visa not rescinded even though charged, showing the Trump regime wanted him arrested, prosecuted, and imprisoned as part of its war on Iran by other means.

His stem cell/regenerative medicine research violates no US laws nor any elsewhere. It’s invaluable work, advancing medical science in an important field, its benefits able to help people in need worldwide.

Soleimani suffers from irritable bowel syndrome (IBS). His condition deteriorated in detention because of denial of proper medical treatment.

Disease symptoms include cramping, abdominal pain, bloating, gas, diarrhea, constipation, or both, a chronic condition requiring longterm care, he’s denied in detention.

Dozens of Iranian nationals are politically incarcerated in the US gulag prison system, largely for allegedly violating unlawfully imposed US sanctions.

October 25 marked the one-year anniversary of Soleimani’s unlawful arrest and detention — victimized by US imperial viciousness.

Days earlier, his wife Dr. Mahnaz Rabeie condemned his unlawful arrest, detention and mistreatment — including denial of numerous attempts by her and other family members to provide him with vital medications he’s not given in prison.

Reportedly he lost over 30 pounds, his mental and physical condition deteriorating, including severe vision loss.

His wife’s statement as reported by Press TV said the following:

“I, Dr. Rabiei, as the wife of Professor Masoud Soleimani, along with other members of this international elite’s family, condemn this hostile act by the US government and believe the abuse of nationals to oppress their government is an inhumane act and a clear example of human rights violation.”

“The conspiracy by the US government and Mayo Clinic to set up and arrest a scientist, who is expert in his field (stem cells) and has stepped in to help hard-to-cure patients around the world was a purposeful movement, especially when we see he has authored numerous articles in the field and recently advanced eye-catchingly.”

“This move is meant to keep a non-American scientist away from science and advancement.”

“(Hereby) we object to the move by Mayo Clinic which has used the scientific arena to trap a scientist from a foreign country to be incarcerated in US prisons.”

“We believe that making conditions insecure for scientists and the elite in every society disrupts the production of knowledge and diminishes the enthusiasm of leading world researchers.”

“Obviously, no sensible person approves of this biased and inhumane behavior. Therefore, we explicitly demand that if the United States claims to respect human rights and justice, it must release Professor Masoud Soleimani as soon as possible because there is no adequate evidence to convict this innocent scientist.”

“Perhaps, if there were (any evidence against him), his trial would not adjourn for a year.”

“We are extremely grateful to Tarbiat Modares University of Tehran and all Iranian institutions, especially the Foreign Ministry, as well as independent media outlets and journalists who are working on the release of Dr. Masoud Soleimani and investigating the reasons for his detention; especially the ones which condemn the US administration's cowardly act.”

“We call on Iranian and non-Iranian scholars and scientists to protest against the US government and its anti-human rights policies to avoid recurrence of such cases.”

“We also urge them to demand the US government and its legal system to immediately release Professor Masoud Soleimani.”

“However, we also urge the government of the Islamic Republic of Iran to pursue this process more seriously than ever, given that the issue was not given much importance at first, and the case was investigated after six months.”

“This is no immediate action has been taken to release this innocent scientist, while his prolonged incarceration and the unlawful damages and difficulties are increasingly ongoing.”

“Meanwhile, the unfortunate death of his mother following the shock of her son’s arrest, made Dr. Masoud Soleimani’s wish to visit his mother unattainable forever.”

“This irreparable grievance has greatly aggravated the suffering caused by his disastrous condition, while the mental and physical condition of this philanthropic scientist is currently unfavorable.”

“The esteemed government of the Islamic Republic of Iran should take immediate action to free this enlightened scientist, regardless of the considerations that have sometimes been too time-consuming and problematic.”

“Above all, we do ask God the Almighty to return this praiseworthy son, faithful husband, kind father, exemplary university professor, kind-hearted scholar and friend to his family, his university, and scientific community of Iran and the world.”

Soleimani is held hostage to US hostility toward Iran, notably since Trump took office — the world community and UN doing nothing to condemn his lawless arrest, detention, and mistreatment, nothing to demand his immediate release.

A personal note:

The nation I grew up in no longer exists, never beautiful, today an unparalleled global menace.

Long ago, I felt safe and secure, no longer because of the rage by my country for world dominance by whatever it takes to achieve it, the human toll of no consequence.

As a US citizen in my 9th decade, I’m appalled by endless US wars of aggression, its diabolical imperial agenda, its unspeakable human and civil rights abuses, its contempt for the rights of ordinary people everywhere — its highest of high crimes against humanity.

Today is the most perilous time in world history, a deplorable state that should scare everyone.

What happened to Dr. Soleimani can happen to anyone, including independent truth-telling journalists unwilling to stay silent about US abuses of power no one should tolerate anywhere.

My heart goes out to Dr. Soleimani, his wife, other family members, and to everyone everywhere mistreated by hegemon USA, a police state masquerading as democratic.

Sumber:

Tehran Times - US dirty war on Iran targets its scientists.

French Tourist group visits Palmyra, expresses sorry for France role in war against  Syria

Palmyra, SANA- A French tourist group visited the historical city of Palmyra and check out the destruction which the city has suffered due to the  crimes of  Daesh (ISIS) terrorist organization against the history and the civilization of this ancient city.

Michelle Anka, a retired pharmacist, one of  the French tourist group told SANA “This is my third visit to Syria after the war. This country has great historical heritage.”

Anka added “ I feel very sorry that the government of my country (France) has a hand in the suffering of the Syrian People who have difficulties in managing their daily life due to terrorism”.

“In every visit to Syria I feel the courage of the Syrian People through their insistence on rebuilding what has been destroyed at the hands of Terrorist groups.” Anka said

The tourist Martin Charel, a lawyer, in her turn said that their visit to Syria aims to get acquainted with the real situation in this country which enjoys safety and stability, contrary to what Some Western media is trying to promote.

“I was very moved after seeing the brutal destruction of the archaeological monuments sites in Palmyra by terrorists  ISIS,” she added.

Palmyra’s residential and archaeological city is witnessing a steady return to natural life  and tourism due to the state of security and safety experienced by the area after clearing the city  from terrorism and as a result of the relentless efforts exerted by the authorities concerned in Homs province to complete the rehabilitation of infrastructure and services and to provide all requirements for restoring the elegance of this global tourist destination.

Sumber:

SANA - French Tourist group visits Palmyra, expresses sorry for France role in war against  Syria.

Proses Penyerbukan Pada Awan

Dalam ilmu Biologi, terdapat istilah yang dikenal sebagai penyerbukan, atau polinasi (dari bahasa Inggris, pollination), berupa jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji. Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan peristiwa penting berikutnya, pembuahan. Sebagian tanaman melakukan proses penyerbukan melalui perantaraan angin. Peristiwa tersebut dikenal sebagai anemophily.

Serbuk sari, diperbesar dengan mikroskop. (Wikimedia)
Tanaman yang melakukan proses penyerbukan melalui mekanisme angin tidak memiliki fitur-fitur seperti bunga yang mencolok, nektar, dan aroma. Sebagai gantinya, mereka menghasilkan serbuk sari ringan dan kering dari bunga kecil yang bisa terbawa angin dengan mudah. Anemophily ternyata tidak hanya berperan dalam proses penyerbukan. Lebih jauh, pengetahuan modern menemukan bahwa anemophily berperan dalam pembentukan awan di langit.

Para peneliti awalnya berasumsi bahwa partikel-partikel serbuk sari dianggap terlalu besar untuk dapat tinggal di atmosfer. Tetapi penelitian menemukan bahwa serbuk sari dapat terpecah menjadi partikel yang lebih kecil. Dengan ukuran yang lebih kecil, memungkinkan mereka mudah terbawa oleh angin untuk berada di atmosfer. Menggunakan laboratorium khusus, para peneliti menunjukkan bahwa serbuk sari bisa terpecah menjadi partikel-partikel cukup kecil untuk menciptakan kelembaban. Karena itu, serbuk sari yang terbawa oleh angin berperan dalam proses terbentuknya hujan di langit.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. [Surat Al-Hijr Ayat 22]

Menurut Ibnu Jarir, makna riyāḥa lawāqiḥa (الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ) adalah angin menyerbuki awan.

Ubayd bin 'Umayr Al-Laythi berkata: "Allah mengirimkan angin yang bergerak di bumi, kemudian Allah mengirimkan angin yang menimbulkan awan, kemudian Allah mengirimkan angin yang membentuk awan, kemudian Allah mengirimkan angin yang menyerbuki pohon-pohon. Kemudian,
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ
(Dan Kami mengirim angin yang menyerbuki awan).

Angin yang menyerbuki awan secara alami dikenal sebagai cloud condensation nuclei, yaitu partikel-partikel kecil biasanya 1/100 ukuran tetesan uap air yang mengembun di awan. Cloud condensation nuclei biasanya digunakan dalam penyemaian awan, salah satu upaya buatan untuk meningkatkan curah hujan.

Ilustrasi serbuk sari yang terbawa angin di atmosfer. (Wikimedia)
Contoh cloud condensation nuclei adalah peristiwa yang terjadi di wilayah Durham, North Carolina. Menurut saksi mata, udara di kota tersebut dipenuhi dengan serbuk sari berwarna hijau kekuningan. Kondisi cuaca yang “berangin dan kering,” membantu menciptakan kondisi ideal bagi butiran-butiran serbuk sari untuk berkumpul. Badai petir melanda wilayah Durham setidaknya dua jam setelah peristiwa itu didokumentasikan. Angin kencang menyapu serbuk sari di udara, kemudian hujan deras menyapu banyak serbuk sari yang menempel di tanah.

Dapat disimpulkan bahwa angin memiliki dua peran sekaligus. Pertama, membantu proses penyerbukan pada tanaman atau dikenal sebagai anemophily. Kedua, sebagian dari serbuk sari tersebut dibawa oleh angin lebih jauh menuju awan di langit atau dikenal sebagai cloud condensation nuclei. Anemophily menghasilkan pembuahan, sedangkan cloud condensation nuclei menghasilkan hujan. Partikel-partikel non-gas (serbuk sari, debu dan partikel-partikel lain) dibutuhkan oleh awan untuk membuat transisi dari uap ke cairan. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

CNN - Try not to sneeze. These photos show a 'pollenpocalypse' in North Carolina.

King Saud University - Tafsir Al-Tabari.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

University Of Michigan - Pollen and clouds: April flowers bring May showers?

Wikipedia - Anemophily & Cloud condensation nuclei.

Bentuk Alam Semesta Menurut Agama Islam

Menurut teori inflasi, geometri alam semesta yang dapat diamati adalah datar, seperti selembar kertas. WMAP telah mengkonfirmasi dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Alam semesta adalah datar dengan margin kesalahan hanya 0,4 persen.

Alam semesta yang dapat diamati memiliki bentuk datar seperti kertas. (Pixabay)
Bentuk datar menunjukkan bahwa alam semesta tak terbatas luasnya (infinity). Walaupun demikian, karena alam semesta memiliki usia yang terbatas, kita hanya bisa mengamati volume yang terbatas dari alam semesta. Alam semesta kemungkinan jauh lebih besar dari volume yang dapat kita amati.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

(Yaitu) pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. [Surat Al-Anbiya Ayat 104]

Menurut terjemahan Sahih International, yang dimaksud dengan natwi (نَطْوِي) adalah lipat. Sedangkan yang dimaksud dengan kaṭayyi (كَطَيِّ) adalah melipat. Karena itu makna yang tepat adalah "Pada hari Kami lipat langit sebagai melipat lembaran-lembaran kertas."

Topologi alam semesta menunjukkan bahwa ruangwaktu yang datar dapat dilipat menjadi torus ketika ujung-ujungnya bersentuhan. Torus menurut wikipedia adalah bentuk menyerupai cincin (atau donat). Torus mewakili bentuk alam semesta yang melakukan siklus tanpa singularitas. Model torus dari ruangwaktu merupakan pendekatan baru dari teori cyclic.

Teori cyclic (atau model bersiklus) menyatakan bahwa alam semesta mengikuti siklus yang tak terbatas. Sebagai contoh adalah teori alam semesta bersiklus yang diusulkan oleh Albert Einstein pada tahun 1930. Dia berteori bahwa alam semesta mengikuti serangkaian siklus abadi, masing-masing dimulai dengan Big Bang (terbentuknya alam semesta) dan diakhiri dengan Big Crunch (kiamat). Setelah terbentuk, alam semesta akan mengembang untuk suatu periode waktu sebelum gaya tarik gravitasi materi menyebabkannya runtuh (big crunch) dan mengalami pembentukan alam semesta kembali (big bang).

Model torus pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Alexei Starobinsky dan Yakov Borisovich Zel'dovich di Landau Institute di Moskow. Teori tersebut menggambarkan bentuk alam semesta (topologi) sebagai torus tiga dimensi. Konsekuensi dari geometri torus adalah luas alam semesta bersifat terbatas (finity) dan relatif kecil.

Para peneliti telah mengamati pola-pola tak terduga dalam CMB, radiasi yang ditinggalkan oleh Big Bang. CMB terdiri dari gelombang berupa bintik-bintik panas dan bintik-bintik dingin. Berdasarkan definisi, alam semesta tidak terbatas seharusnya mengandung gelombang-gelombang dari semua ukuran. Tetapi para peneliti menemukan bahwa gelombang yang lebih panjang tidak ditemukan dari pengukuran CMB. Satu penjelasan mengenai gelombang yang hilang adalah bahwa alam semesta bersifat terbatas.

Geometri torus dapat menyelesaikan jawaban untuk sebagian besar masalah alam semesta yang masih belum terpecahkan seperti kerataan, masalah horizon, pembentukan struktur dan masalah entropi.

Diriwayatkan oleh 'Abdullah ibnu' Amr:

Kami sedang duduk dengan Rasulullah (Saw), ketika seorang pria Badui mengenakan jubah dengan border mendekatinya sampai ia berdiri di hadapan Rasulullah (Saw). Pria Badui tersebut berkata, "Temanmu telah merendahkan setiap penunggang kuda dan mengangkat setiap gembala." Nabi (Saw) memegangi lipatan jubahnya dan berkata, "Saya melihat bahwa Anda mengenakan pakaian seseorang yang tidak memiliki kecerdasan." Kemudian beliau melanjutkan, 'Nabi Nuh (as) memberi tahu putranya, "Aku akan memberimu beberapa instruksi. Aku perintahkan kamu satu perkara dan aku melarang kamu dua perkara. Aku perintahkan kamu untuk mengatakan, 'Tidak ada tuhan selain Allah.' Jika tujuh langit dan tujuh bumi adalah cincin gelap, mereka akan dipotong oleh 'Tidak ada Tuhan selain Allah' dan 'Kemuliaan bagi Allah dan dengan pujian-Nya.' Ucapan ini merupakan doa dari setiap hal dan olehnya semuanya memiliki ketentuannya. Aku melarang kamu untuk menyekutukan apapun dengan Allah dan aku melarang kamu untuk berbangga diri. ' (Al-Adab Al-Mufrad, Book 30, Hadith 548)

Geometri torus pada alam semesta memiliki bentuk seperti cincin atau donat. (Wikimedia)
Salah satu pertanyaan terbesar mengenai teori cyclic adalah bagaimana alam semesta akan bertransisi dari kontraksi (kolaps/big crunch) ke ekspansi (big bang) ketika sepenuhnya 'kempes'. Menurut para peneliti, ketika alam semesta berada pada titik terkecilnya (kolaps), ia diperintah oleh mekanika kuantum dan bukan fisika normal dari dunia sehari-hari di sekitar kita.

Alam semesta akan diselamatkan dari ketiadaan karena efek mekanika kuantum pada dasarnya akan menyatukan semuanya. Mekanika kuantum mampu menyelamatkan elektron agar tidak lepas dari atom, sehingga kehancuran atom bisa dicegah. Dengan itu pula, alam semesta dapat berkembang dari satu titik bahkan dengan sedikit radiasi dan zat yang hadir pada saat itu. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

NASA - Will the Universe expand forever?

Nature - Doughnut-shaped Universe bites back.

Quranic Arabic Corpus - Natwi & Katayyi.

R. MURDZEK: CYCLIC UNIVERSES FROM TORUS GEOMETRY, Physics Department, “Al. I. Cuza” University.

Sciencealert - Physicists Just Showed That The Big Bang Might Have Been a 'Big Bounce'.

Sunnah - Al-Adab Al-Mufrad.

University of Oregon - Geometry of the Universe.

Wikipedia - Three-torus model of the universe & Cyclic model.

Russian MoD: Washington loots Syrian oil and transports it outside country

Moscow, SANA- Russian Defense Ministry affirmed that what Washington does in Syria is a looting and burglary on a state level.

Commenting on satellite images that were taken last September and are now being published by the ministry, Major General Igor Konashenkov, the Russian Defense Ministry’s Spokesman, said that “tank trucks guarded by US military servicemen and private military companies smuggle oil from fields in the eastern part of Syria to other countries.”

“Washington loots the Syrian oil and transport it to outside Syrian territories under American military men guard,” the Ministry said, adding that the revenues of the US government from that burglary reach more than 30 million USD per month.

“What Washington is doing now is capturing and holding oil fields under its control in the eastern part of Syria. This is a clear international state-sponsored gangsterism,” Konashenkov pointed out.

He reiterated that all the internal resources inside the Syrian territories belong to the Syrian Arab Republic. They neither belong to Daesh nor to the “American protectors”.

According to the Defense Minisstry, given that the cost of one barrel of oil smuggled from Syria is $38, the monthly revenue of that “private business” exceeds $30 mln.

Sumber:

SANA - Russian MoD: Washington loots Syrian oil and transports it outside country.

Kemampuan Jantung Dalam Memproses Informasi

Takut akan Tuhan karena kesadaran diri sendiri dalam bahasa Arab berarti taqwa. Pada kenyataannya, takut pada Allah SWT melambangkan seluruh ajaran Islam. Taqwa-lah yang memberi makna pada ritual ibadah sederhana kita yang kalau tidak ada akan menjadi sia-sia.

Jantung manusia. (Wikimedia)
Hampir semua kajian mengenai al-Qur'an akan menunjukkan bahwa setiap aspek dari ajarannya diarahkan menuju penciptaan kondisi spiritual berupa rasa takut pada Allah dalam setiap tindakan orang-orang beriman. Tindakan shalat secara fisik seperti ruku (membungkukkan badan) dan bersujud akan menjadi sia-sia tanpa jantung yang dipenuhi taqwa.

Jantung? Benar dan tidak salah tulis. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa persepsi kita tentang rasa takut dibentuk oleh detak jantung individu: respons otak terhadap sinyal-sinyal ketakutan, penilaian intensitas sinyal-sinyal ketakutan, dan seberapa efektif sinyal-sinyal ketakutan memasuki kesadaran kita, semuanya lebih memperkuat rasa takut ketika jantung berdetak (pada sistolik), dibandingkan ketika jantung berdetak (pada diastolik).

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai jantung (heart) yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah jantung (heart) yang di dalam dada. [Surat Al-Hajj Ayat 46]

Ibnu Abbas (ra) berkata bahwa yang dimaksud dengan "memahami" adalah merasa takut atas apa yang diperbuat Allah SWT terhadap umat-umat yang terdahulu. Menurut Ibnu Jarir, umat-umat terdahulu itu seperti kaum Aad dan Thamud, kaum Nabi Lot (as) dan kaum Nabi Shuaib (as). Ibnu Katsir berpendapat bahwa "memahami" merupakan fungsi jantung agar mereka dapat mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Takut akan Tuhan berarti menyelamatkan, menjaga, atau melestarikan sesuatu dari apa yang membahayakan. Dalam pengertian religius itu berarti menjaga terhadap kejahatan atau diselamatkan dari dosa. Dalam terminologi Syariah, berkonotasi menjaga jarak dari semua yang merugikan jiwa manusia. Arti dasar dari taqwa adalah menyelamatkan diri dari apa pun yang menyebabkan ketakutan dari segala sesuatu yang membahayakan atau merugikan. Karena itu, taqwa mencakup ketakutan atau kekhawatiran akan konsekuensi yang timbul dari tindakan atau perilaku tertentu.

Berikut adalah contoh mengenai jantung orang- orang yang dapat memahami.

Diriwayatkan oleh Al-'Irbad bin Sariyah:

"Suatu hari setelah shalat subuh, Nabi (ﷺ) menasihati kami sejauh mata menangis dan jantung bergetar karena ketakutan. Seorang pria berkata: 'Sesungguhnya ini adalah nasihat perpisahan. [Jadi, apa pesan Anda kepada] kami wahai Rasulullah? ' Beliau berkata: "Aku memerintahkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah, dan untuk mendengarkan dan menaati, bahkan dalam kasus seorang budak Ethiopia. Memang, siapa pun di antara kalian yang hidup, dia akan melihat banyak perbedaan. Waspadalah terhadap hal-hal yang baru ditemukan, karena memang mereka tersesat. Siapa pun di antara kalian yang melihat itu, maka dia harus tetap berpegang pada Sunnah dan Sunnah Khulafah yang dituntun dengan benar, berpegang teguh pada itu dengan geraham. '" (Jami' at-Tirmidhi, Vol. 5, Book 39, Hadith 2676)

Berikut adalah contoh mengenai jantung orang- orang yang tidak dapat memahami.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud (ra):

"Ada tiga orang pria yang perutnya buncit, tetapi jantungnya tidak terlalu memahami. Mereka berdebat di Kabah. Dua dari mereka berasal dari Quraisy dan satu dari Thaqif; atau dua dari Thaqif, dan satu dari Quraish. Salah satu dari mereka bertanya: 'Apakah menurut kalian Allah dapat mendengar apa yang kita katakan? ' Pria kedua berkata: "Dia bisa mendengar jika kita bicara dengan keras, tetapi Dia tidak bisa mendengar ketika kita diam." Pria ketiga berkata: "Jika Dia dapat mendengar ketika kita bicara dengan keras maka Dia dapat mendengar ketika kita diam." Maka Allah, Yang Perkasa dan Mahakuasa berfirman: Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu. (Jami' at-Tirmidhi, Vol. 5, Book 44, Hadith 3248)

Taqwa, takut akan Allah, adalah satu-satunya kekuatan yang dapat menahan manusia dari kejahatan dan keburukan. Ketakutan akan Allah inilah yang membuat jantung seorang beriman terjaga dan memungkinkannya untuk membedakan yang benar dari yang salah.

Jantung memiliki keterkaitan dengan kecerdasan spiritual. Definisi kecerdasan spiritual adalah intuisi yang datang dari kemurnian hati dan kedalaman iman, memberi kita semangat dan pikiran yang damai. Manfaat positif yang diperoleh adalah memungkinkan kita mengambil keputusan yang lebih berani, untuk tindakan nyata. Kecerdasan spiritual adalah sesuatu yang dengannya kita melakukan pendekatan tentang masalah makna dan nilai-nilai kehidupan.
Sama seperti otak, jantung dapat memproses informasi, memahami, belajar, dan mengingat. (Pixabay)
Dengan menggunakan kecerdasan ini, kita menempatkan tindakan dan hidup kita ke dalam konteks yang lebih luas, lebih kaya, dan lebih bermakna. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang dengannya kita memperkirakan apakah suatu prosedur tertentu atau suatu jalan kehidupan lebih bermakna daripada yang lain.

Diriwayatkan oleh Abu Huraira (ra):

Nabi (ﷺ) berkata, "Allah berfirman," Aku telah bersiap untuk hamba-hamba-Ku yang saleh (hal-hal yang sangat baik) karena tidak ada mata yang pernah melihat, tidak ada telinga yang pernah mendengar dan tidak ada jantung (heart) manusia yang pernah memikirkan.' " (Sahih al-Bukhari, Vol. 9, Book 93, Hadith 589)

Sampai tahun 1990-an, para ilmuwan berasumsi dan sebagian besar dari kita diajari bahwa hanya otaklah yang mengirim informasi dan mengeluarkan perintah ke jantung, tetapi sekarang pengetahuan modern mengetahui bahwa otak-jantung bekerja dua arah. Jantung memiliki sistem saraf intrinsik (intrakardiak). Sistem saraf intrinsik dapat berfungsi sebagai "otak-mini" di dalam jantung, di mana informasi neural yang masuk diproses dan diintegrasikan, dengan hasil akhirnya adalah "penyempurnaan" yang efektif dari dinamika jantung.

Jantung manusia memiliki "otak-mini" yang terdiri dari sekitar 40.000 neuron yang dapat memproses informasi, memahami, belajar, dan mengingat. Penelitian telah menunjukkan bahwa jantung berkomunikasi dengan otak dalam beberapa cara utama dan bertindak secara independen dari saraf kranial. Salah satu cara penting bagi jantung untuk berkomunikasi dan memengaruhi otak adalah ketika jantung itu koheren - menghasilkan pola yang stabil. Ketika ritme jantung adalah koheren maka tubuh, termasuk otak, mulai mengalami segala macam manfaat, di antaranya kejernihan mental yang lebih besar dan kemampuan intuitif, termasuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

HuffPost - Let Your Heart Talk to Your Brain.

Khaleej Times - Taqwa, the fear of Allah, keeps a believer awake.

King Saud University - Tafsir Al-Tabari.

Panda Gossips - Psychological Definition Of Spiritual Intelligence.

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas & Tafsir Ibnu Katsir.

Springer - Neural Supply of the Heart.

Sunnah - Jami' at-Tirmidhi & Sahih al-Bukhari.

University of Brighton - How our heartbeat impacts our perception of fear.

Kenaikan Permukaan Air Laut

Dari luar angkasa, sungai tampak seperti keran yang mengalir ke laut. Sungai Amazon sepanjang 4.000 mil mengalir terus-menerus ke Atlantik; Sungai Columbia 1.200 mil bermuara siang dan malam ke Pasifik. Sementara itu, Sungai Zambezi sepanjang 1.700 mil mengalir tanpa henti ke Samudra Hindia. Tidak seperti bak mandi dengan keran yang terbuka, berakibat air meluap ke lantai kamar mandi, lautan sepertinya tidak pernah meluap.

Grafik yang memperlihatkan kenaikan permukaan air laut dari tahun 1993-2018. (Wikimedia)
Air dari hujan dan salju yang mencair mengalir di pegunungan yang menjulang tinggi dan bukit-bukit menuju stream (sungai kecil yang dangkal). Stream berkumpul bersama menjadi sungai. Sungai melebar saat mereka bergabung dengan aliran sungai di sepanjang jalan. Semua air itu mengalir turun menuju laut. Beberapa sungai di daerah tropis dapat menumpahkan 700.000 kaki kubik dalam sedetik.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan laut yang masjur. Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.  [Surat At-Tur Ayat 6-8]

Ibnu Jarir mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa yang dimaksud dengan masjur adalah penuh. Menurut pendapat Imam Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, makna ayat diatas adalah laut diisi dengan air, telah dilarang dan dicegah oleh Allah SWT agar tidak meluap di muka bumi. Dapat disimpulkan bahwa masjur adalah kondisi air yang senantiasa tetap penuh. Tidak berkurang tetapi juga tidak meluap.

Mengapa air laut tidak pernah meluap?

Pikirkan laut sebagai air mancur yang ada di pusat kota. Pada air mancur, air terus-menerus disemprotkan ke baskom yang luas. Tapi baskom tidak meluap, karena air yang sudah keluar dari pancuran ditarik keatas untuk menyembur kembali dari puncak air mancur. Air di air mancur secara terus menerus didaur ulang.

Daur ulang serupa terjadi di lautan. Air hujan turun di darat dan mengalir ke laut. Tetapi di permukaan lautan, air terus menerus mengalir ke langit. Molekul demi molekul, air menguap dari lautan, menjenuhkan udara di atas dan membentuk awan. Saat tetesan air awan atau kristal es tumbuh lebih besar, gravitasi menariknya ke bumi dalam bentuk hujan dan salju. Air kemudian kembali ke lautan, melalui aliran sungai.

Sejak 3.000 tahun yang lalu hingga awal abad ke-19, permukaan air laut hampir tetap. Sejak tahun 1900, pemanasan global menyebabkan permukaan laut naik antara 1 hingga 3 mm/tahun. Tiga alasan utama pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan laut adalah: lautan mengembang, lapisan es kehilangan es lebih cepat daripada terbentuknya salju, dan gletser di ketinggian yang lebih tinggi juga mencair.

Sebagian besar prediksi mengatakan bahwa pemanasan global akan berlanjut dan kemungkinan akan meningkat, menyebabkan kenaikan permukaan laut terus meningkat. Artinya bahwa ratusan kota pesisir akan menghadapi banjir akibat meluapnya air laut.

Sebagai konsekuensi, ketika permukaan laut mengalami kenaikan, bahkan peningkatan kecil dapat memiliki efek buruk pada habitat pesisir. Dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan erosi yang merusak, banjir lahan basah, kontaminasi pada akuifer dan tanah pertanian dengan garam. Selain itu, kenaikan permukaan laut menyebabkan hilangnya habitat untuk ikan, burung, dan tanaman.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan apabila lautan dijadikan sujjirat. [Surat At-Takwir Ayat 6]

Ibnu Jarir mengutip pendapat Rabi ibnu Khaytham bahwa makna sujjirat adalah meluap. Menurut Ibnu Abbas (ra), makna sujjirat adalah berbaur satu sama lain, lautan tawar (aquifer) dan lautan asin, sehingga mereka menjadi satu lautan.

Permukaan laut yang lebih tinggi dapat menyebabkan badai dan topan yang lebih berbahaya. Badai dan topan tersebut bergerak lebih lambat dan menurunkan lebih banyak hujan, berkontribusi terhadap gelombang badai yang lebih kuat yang dapat melenyapkan segala sesuatu di jalan mereka. Satu studi menemukan bahwa antara tahun 1963 dan 2012, hampir setengah dari semua kematian akibat badai Atlantik disebabkan oleh gelombang badai. Banjir di daerah dataran rendah pada akhirnya memaksa orang untuk bermigrasi ke tempat yang lebih tinggi, dan jutaan lainnya rentan terhadap risiko banjir dan dampak perubahan iklim lainnya.

Ilustrasi yang menunjukkan berkurangnya daratan akibat kenaikan permukaan air laut. (Giphy)
Laporan khusus terbaru dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim mengatakan bahwa permukaan laut naik antara 26 hingga 77 sentimeter pada tahun 2100 dengan suhu menghangat 1,5 ° Celsius. Perubahan tersebut secara serius mempengaruhi banyak kota di sepanjang Pantai Timur Amerika. Analisis lain yang didasarkan pada data NASA dan Eropa memprediksi kenaikan permukaan laut hingga 65 sentimeter pada akhir abad ini jika perubahan iklim terus terjadi.

National Climate Assessment 2017 bahkan menemukan bahwa kenaikan 2,4 meter dimungkinkan pada tahun 2100. Berdasarkan simulasi, hampir semua Pesisir Timur Amerika menghilang di bawah laut, sementara Amerika bagian tengah relatif kering. Pengurangan wilayah daratan juga terjadi di Pesisir Timur Britania, Asia Tenggara, Cina, Eropa dan Afrika Barat. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir As-Sa'di & Tafsir Al-Tabari.

National Geographic - Sea level rise, explained.

Newsday - HOW COME? Rivers may flow, but oceans will never overflow.

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas.

Thesun - TIDAL TERROR, Sea level ‘doomsday’ simulator reveals whether YOUR home would be wiped out by rising oceans.

Wikipedia - Kenaikan permukaan laut.

What can we expect from Trump? Is Pastor Chuck Baldwin also a chosen one?

TEHRAN - Robert David Steele, a former Marine Corps infantry officer and CIA spy as well as an activist for Open Source Everything Engineering (OSEE), regularly answers questions for Tehran Times. by Javad Heirannia

Q. How do you interpret the current situation between our two countries? Where is this going?

A. I believe that President Donald Trump and Supreme Leader Ali Khamenei are playing President Emmanuel Macron for the Deep State fool that he is. President Hassan Rouhani is the most perfect candidate possible to carry out a secret meeting with President Donald Trump within the USA – no one else combines perfect English, with nuclear, religious, and parliamentary experience as well as clear-cut loyalty to the Supreme Leader. I think the meeting happened and I consider everything being said in public to be theater. I believe it is inevitable for Iran, Turkey, and Egypt to be restored to their dominant positions in the Middle East while Israel is uninvented and Saudi Arabia is perhaps broken up. I want very much to see a state visit by our President to Iran within the next year, and would be quite impressed – as would the world – if General Secretary Xi Jinping and President Vladimir Putin were to make state visits at the same time. Iran is totally worthy of such international respect, such a joint visit by these three leaders would recognize the beginning of a new era of Iranian leadership in the region and in the world. My eight-point peace plan as published in Russia remains on the table.

Q. You seem very confident that Palestine will be restored to the Palestinians. With a Christian Zionist as Secretary of State and the alleged anti-Christ (Jared Kushner) still in the White House, what is the basis for your confidence in President Trump on this matter?

A. As much as I despise Henry Kissinger, it is helpful to remind your readers that he himself said Israel would be gone by 2022, and Palestine restored. I consider Secretary of State Pompeo to be damaged goods and on his way out. As the President would say, Pompeo is not from “central casting.” He is a very fat, very sweaty, individual with a weak understanding of global reality, surrounded by Zionists who tell him what to think. Worst of all, he chose to align himself with the lying “leaders” at CIA still close to John Brennan, and the neo-conservatives who are the enemies of the President. Jared Kushner is probably loyal to his father – Kushner has a weak intellect but is smart enough to understand that the Netanyahu’s are headed for jail, the Adelsons have withdrawn their support for Zionist Israel, and he (Kushner) is nothing without his father-in-law’s support. The President knows Kushner is a liability, I expect Kushner to leave the White House soon, ostensibly to focus on the campaign, but never to return.

Now to the meat of your question: first, to paraphrase Tolstoy, “you may not be interested in reality but reality is interested in you.” Reality in the Middle East is that Palestine is to the Palestinians as France is to the French – Mahatma Gandhi said this in so many words – and Iran is absolutely in the right with its commitment to the restoration of Palestine and the expulsion of the Zionists (not the Jews).

The so-called two-state solution is completely illegitimate – it is rooted in Zionist bribery and blackmail of both Winston Churchill and Harry Truman and should be clearly dismissed by Palestine and Iran at every opportunity just as it was dismissed when first illegitimately proposed in the 1940’s.

The below book and graphic – the book should be translated as soon as possible into Arabic, Chinese, Farsi, French, Russian, Spanish, and Turkish – make it quite clear that only a one-state solution that returns Palestine to Palestinians as South Africa was returned to its black majority – will overcome fifty years of criminality, genocide, and state-sponsored terrorism.

The United Nations (UN) is an agent of the Deep State and despite its proper denunciation of Zionist genocide against the Palestinians, is without authority, credibility, or power. The invented state of Israel has no legitimate claim to any part of Palestine and a two-state solution is absolutely against the will of God and totally inconsistent with every possible interpretation of history and natural law.

Second, as I have been writing for Tehran Times and the American Herald Tribune, Zionism is over. In the USA between Pastor Chuck Baldwin and myself and many others it is now clear that a majority of US Christians, and particularly evangelicals, are sick of the Zionist crimes against humanity including state-sponsored terrorism and the bribery and blackmail of our Members of Congress and state legislators everywhere. In addition and most importantly, the American Jews themselves, now led by the Adelsons and Rothschilds, have finally “come home” to place America First, not Israel First. The power of Israel in the USA will end when the President inevitably discloses the Zionist role in 9/11 and the fact that the Mossad – Ghislaine Maxwell – Jeffrey Epstein pedophilia entrapment and blackmail network was just the most public, there are at least another forty-nine such pedophilia entrapment and blackmail networks across the USA that will – once the President restructures CIA and FBI – no longer enjoy protection from CIA and the FBI.

Third and most importantly, President Trump is a pragmatist. He understands culture and history and politics at a transactional level, and there can be no question at all about the inevitability of the end of Israel. Palestine will be restored to the Palestinians within the decade, and they will have both Iran and our President – as well as their decades of honorable persistence in the face of genocidal attack – to thank for their reinstatement.

One reason to include China and Russia in what I hope will be a state visit to Iran by the three top world leaders is because on the one hand, both China and Russia have invested billions of dollars to establish adjacent and attractive Jewish Autonomous Zones immediately available for emigration by Jews if necessary to accommodate a total right of return for all Palestinians, and on the other hand, the USA is in the process of defining and then eliminating Zionist control over the US economy, US government, and US society.  The time has come to deal with the Zionist parasite at an international level, with decisive action, military if necessary (for example, the Golan must immediately be returned to Syrian control).

Separately the Zionist leaders of Israel appear to understand that they may be expelled from Palestine, and they have been investing heavily in a possible return of the Khazars (a form of criminal gypsy band) to the Ukraine, one reason why the Obama Administration generally and Victoria Nuland particularly spent billions destabilizing Ukraine.

There continues to be a need for an eight-point peace plan for the region that addresses the Sunni – Shi’ite and Kurdish matters while also creating a regional water authority that ends the Zionist theft of water from the Jordanian aquifer while creating unlimited amounts of desalinated water for the region using free energy, which I believe will be industrialized by President Donald Trump during his second term. Free energy will destroy the current Saudi regime and make nuclear power irrelevant.

Let me say in passing that in addition to the unification and denuclearization of the Koreas – a Chinese initiative – and the restoration of Palestine and termination of Zionist and Saudi war-mongering in the Middle East – a Russian initiative – I believe that President Trump will normalize relations with Cuba, inclusive of property reinstatement for many Americans of Cuban descent, and create a new Marshall Plan for Mexico, Central America, the Caribbean, and eventually South America. He knows that the only way to sustainably stop illegal immigration is to foster peace and prosperity “down there.” He also knows that the Deep State is the root cause of illegal immigration, and that we must help all countries eradicate the influence of the Deep State as manifested through the Central Banks and secret societies such as the Freemasons, Knights of Malta, the Mormon networks, and of course the Zionist networks. The restoration of America’s moral and commercial dominance of the Western Hemisphere, from the Arctic to the Antarctic, will be part of President Trump’s legacy.

Q. There are rumors of a major economic shift in the world, one that radically reduces the power of the private Central Banks that have been manipulating economies in favor of the 1%. How do you see this developing?

A. While I have no direct knowledge at the highest levels, I have been told by multiple people whom I trust that General Secretary Xi Jinping, President Vladimir Putin, and President Donald Trump – along with the group known as the Elders – have agreed on and are carrying out a Global Currency Reset that includes asset-backed currencies as long advocated by Dr. Judy Shelton among others; some form of sovereign debt jubilee most helpful not only to the USA but to many Third World countries; and other country specific initiatives of which I have no knowledge. In the USA I anticipate, before Election Day in 2020, a student debt jubilee, some form of health nationalization, and an end to the federal income tax along with the formal nationalization of the Federal Reserve (but not its debt – few people seem to understand that all the Federal Reserve notes are in fact a debt burden on the private banks that have heretofore been represented by the Federal Reserve).

Let me also point out that most wealth today is both digital and fictional. The banks have been running a massive fraud operation in which wealth could be invented at will by bank owners and transferred digitally across the SWIFT system at face value. As much as 70% of the alleged wealth claimed by the 1% is not backed by tangible assets or proper documentation.  This puts national leaders in a very strong position because military force can control who benefits from tangible assets such as land. I believe we are at the beginning of an era of peace and prosperity in which the public becomes the primary generator and beneficiary of national wealth.

There is also a major potential benefit in terms of sharply reducing transnational crime. In combination, a new banking system that does not allow fictional wealth to be created, and radically improved use of coordinated Signals Intelligence (SIGINT) between the US and Russia particularly but also including China and Iran, could lead to the eradication of transnational criminal networks, both black collar and white-collar. We are at the very beginning of finally doing intelligence and counterintelligence in service to the public rather than the Deep State. Such a capability will immediate gut the Khazarian criminal network comprised of Russians, Israelis, and Americans who are today beyond the reach of traditional law enforcement, in part because of the corruption of the US Congress and the FBI.

Q. The world is watching the Democratic attempts to impeach President Donald Trump, now rooted in an alleged CIA whistleblower. How should international observers interpret this drama?

A. Drama is the right word.  The CIA whistleblower may not even exist. There is evidence that on the one hand, treasonous intelligence officials changed the rules to allow a report that is not based on direct observation; and on the other that the actual report was written by Congressional staff or a law firm associated with the Democrats or even by Adam Schiff himself, a man known to be in the pay of foreign powers and possibly also being blackmailed by the Mossad for pedophilia. Not only does the President’s transcript not provide any basis for impeachment, but in comparison to the outright abuses of power by Barack Obama, Joe Biden, and Hillary Clinton – the sale of Libya, Syria, Yemen, and Uranium One, as well as interference in Ukraine, stand out – there is every reason to believe that the Democratic Party will not survive this.

When this is all over it will be Joe Biden and his son Hunter Biden as well as the Clintons who will be criminally-indicted; Adam Schiff will certainly lose re-election after being disgraced and perhaps even charged with treason; and the Democrats will cease to exist as a political party – they will lose control of the House of Representatives in 2020 and very probably break up into two or three smaller parties. If President Trump implements #UNRIG (Unity with Integrity, Election Reform Act) prior to Election Day and in time for Independents and Libertarians to be elected in 2022, the Republican Party might also break up, there are a number of Republican Members of Congress who have betrayed the Republic -- #UNRIG would make it possible for the Constitution and Libertarian Parties, among others, to displace the now deeply discredited Republican Party.

The truth-teller for international observers is the amount of money that President Trump’s political campaign is raising – hundreds of millions of dollars – compared to the money being raised by all of the Democratic candidates together. The American people are voting in advance with their donations, and our President, by this measure, is certain of re-election and will absolutely never actually be convicted in the Senate even if impeached by the corrupt and arguably insane House of Representatives.

Q. President Trump promised to do full disclosure on 9/11 and has not done so. He has also allowed the Mossad pedophilia operations managed by Ghislaine Maxwell and Jeffrey Epstein to be covered up. He has not made any arrests that have been publicly reported. How do you assess his performance in office to date?

A: No evaluation of the President can avoid his stunning accomplishments in favor of the economy, rebalancing trade, bringing jobs back to America and closing the border to illegal aliens. Having said that, he has failed to fulfil most of his promises, largely because he has been under attack from the first day, and most of the US Government is still managed by a mix of neo-conservatives and extreme leftist ideologues in constant daily betrayal of the public trust. When Jared Kushner destroyed Chris Christie’s twelve-volume 4,000 pre-qualified candidates transition plan, he virtually amputated both of President Trump’s legs. The President will triumph in spite of his enemies and in spite of his family.

Many believe that the installation of General Mark A. Milley as Chairman of the Joint Chiefs of Staff (CJCS), as occurred on 30 September 2019, is the final move before arrests and if necessary martial law in selected areas. I am on record as stating that I believe Jeffrey Epstein to be alive and in US custody, not vacationing in Israel.  I cannot overstate two facts: first, that the truth about 9/11 and Zionist crimes across the USA including the bribing and blackmailing of twenty-seven state legislatures are now widely known; and second, the rise of the Heartland in the USA which is white, not Jewish, anti-war, and pro-Constitution. America is in the process of carrying out a 2nd American Revolution, President Trump is the Chosen One for this purpose if he does not finish the job those elected in 2024 will.

I am also informed that a number of people have died or been “retired” to their homes and I believe that the Deep State and its Zionist under-belly are now very much on the defensive. Our President controls the military and the police; the financial strings; and the political strings. He does not control the media, which urgently needs displacement by a Trump studio and truth channel, which is the last piece – along with a number of policy initiatives – necessary to assure the Mother of All Landslides in November 2020. The one negative for me right now is the failure of the President’s team to properly communicate to and also listen to the public at large.

Q. The US Department of Justice (DoJ), as well as the CIA and FBI, appear to be deeply corrupt and engaged in a coup d'etat against President Donald Trump. Q Anon recently suggested that CIA will be abolished and its operational element moved to NSA. Attorney General William Barr has been slow to terminate the fabricated case against General Michael Flynn.  What is your view of the future of both justice and intelligence in the USA?

A. There is no question but that the DoJ, CIA, and FBI have been deeply compromised not only by Obama-Biden but also by the Bush and Cheney crime families before them. I once wrote about how there are seven CIAs. It is now known that CIA was created by Wall Street to serve as the secret foundation for controlling the US Government.  It is now known that CIA is the primary mover of both drugs and mind-control along with human trafficking across the USA going back forty years.  It is now known that the FBI was founded by a pedophile who took small children as gifts from the Mafia and pioneered political blackmail in the USA.  It is now known that the DoJ is “licensed to lie,” has been totally compromised in relation to the 1%, and also fabricated the charges against General Mike Flynn, USA (Ret), and Roger Stone while withholding exculpatory evidence.  The President is absolutely correct to be contemplating major changes.

However, as my friend Bill Binney would be glad to explain to the President, NSA is not the place to put anything from CIA.  Like CIA, NSA and the other elements of the secret US intelligence community need to be reduced by up to 70%, with all those dismissed given two-year “soft landings” including re-training toward new work elsewhere or early retirement.  The surviving elements (30% of each agency) should be consolidated under a restored Director of Central Intelligence (DCI) with the Director of National Intelligence (DNI) terminated, and a new Open Source Agency (OSA) under Presidential direction established. The National Intelligence Council (NIC) should be moved into the Executive Office of the Presidency and co-located with a Strategy Advisory Group.  The National Security Council (NSC) – which is how the Deep State controls the President’s information and options – should be abolished.

If any agency should be abolished it is the FBI. The failure of the FBI to protect America from Mossad operations particularly, and from all of the corrupt judges and prosecutors that have been bribed and blackmailed to facilitate government smuggling of drugs, guns, gold, cash, and small children, fully warrants FBI dissolution. A new national counterintelligence corps – one that cannot be undermined by corrupt state or federal authorities – is needed.

General Mike Flynn, once exonerated by the Attorney General – the case against him was fabricated and should be dismissed because of terrible misconduct by all the prosecutors including Robert Mueller – is ideally suited to become the new DNI who eliminates his own job and then becomes the new restored DCI. He served in the Office of the DNI after he co-authored the now very famous and respected Fixing Intel, and he understands the totality of intelligence, which should be about decision-support, not regime change, drone assassination, torture, and domestic blackmail.

Justice – fairness – depends on intelligence and counterintelligence done right. Today we have neither.

Q. You are known to be a very strong supporter of President Donald Trump, but also a vocal critic of his White House and campaign staffs. What do you personally see happening between now and Election Day that might force President Trump to go beyond his comfort zone to become the "greatest President ever?"

A. President Trump is surrounded by people who filter his communications and lie to him about everything. Despite his own extraordinary knowledge base, he is being blocked from perceiving the totality of the threats, policies, and true costs that he needs to comprehend in order to be the “greatest president ever.”

The President’s communications and campaign staffs stink at communicating with the US public. The President has lost – for now – the public narrative battle.  The Democrats have succeeded at persuading 47% of the public that the President should be impeached. Neither the President for the Republican Party nor the President’s surrogates are talking to the public about the fact that America is in fact in the middle of a civil war – a cultural war of values – between those who respect the Constitution and want to uphold family values, community cohesion, and state rights, and those who seek to destroy America the Beautiful with open borders, multiculturalism, and amorality – “anything goes” including pedophilia and bestiality and transgenderism (which is nothing more or less than the genocide of humanity).

A huge amount of private money is about to be spent on a replacement for the National Rifle Association (NRA) and a new 100-million strong Patriot Network of engaged educated voters that will have as its foundation a national truth channel that strives to do nothing less than displace #GoogleGestapo.  #GoogleGestapo is the combination of Amazon, Facebook, Google, Twitter, YouTube, and others that has been deplatforming conservatives, manipulating survey results to interfere with US elections at all levels, and generally disrespecting the Constitution and especially the 1st Amendment.

I look for the President to abandon Twitter and start sending Trumpets by 4 July 2020, and to impose a massive RICO (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act) investigation leading to tens of billions of dollars in penalties against Facebook, Google, Twitter and YouTube particularly.  I look to Amazon losing all of its contracts with the US Government and a new massive class action lawsuit against Amazon from retailers and others who can prove that Amazon Web Services is being used to actively steal intellectual property and customers from everyone else while conducting – with Google – mass surveillance of individuals and their homes.

By 4 July 2020 our President will be able to communicate directly to over 250 million US voters and residents without interference, and will also be able to “see” on a Presidential “dashboard” what they are all thinking, by location, demographic, and issue. He will be able to “poll” all citizens qualified by cross-checked Social Security validation, on any matter and “see” their views on a single screen.

The other initiative that I see emergent is a national educational tour, perhaps led by Pastor Chuck Baldwin and the Honorable Dr. Cynthia McKinney, perhaps including such luminaries as Ron Paul, Dennis Kucinich, Marianne Williamson, and Tomi Lahren – all committed to a politics of love, a politics of truth. This national Chautauqua – a traditional form of education for rural America in the 1800’s – could also include a deep discussion of the US Constitution and the need to reinforce, modify, or cancel selected Constitutional amendments.

The President has chosen not to do this – he is very busy with matters of state – but he needs an educated mobilized public if he is to be the best possible President, organizing this needed national conversation is how I will try to help our President going forward from today.

I cannot overstate the influence of Pastor Chuck Baldwin within the Christian community in the USA. He is God’s messenger. He is God’s warrior for truth, and it is he, not me, who will put the stake in the heart of the Zionist parasite that must be expelled from the USA – and from Palestine – if we are to have peace and prosperity for all.

Q. Do you have any short concluding message for Iranian leaders or the Iranian people?

A. I am so glad that you asked this. Allow me to say that despite the optimistic thoughts that I offer above, I am acutely conscious of the fact that the Deep State and its Zionist and Vatican Satanic elements will fight us to the death. On that note I would like to point out that American conservatives and their values are closely aligned with the values of the Supreme Leader and Iran. We are particularly committed to family values and to a shared God as the infinite being whom we must all embrace as our common point of reference. The extremists here in the USA are more like Afghan village idiots with their dancing boys, uncultured, ignorant, with no higher purpose. I respectfully share the graphic shown here to the side, for it captures the reality of our civil war in America – our leader Donald Trump is not the religious leader you have, but he is our leader, and he represents America as a force for good. The 2nd American Revolution is about restoring morality – values – to every aspect of our lives. Morality is where your Supreme Leader and the good people of Iran, and our big-hearted decent Americans as led by President Donald Trump, can come together in what Ron Paul would call a foreign policy of freedom rooted in peace, commerce, and honest friendship.

Sumber:

TehranTimes - What can we expect from Trump? Is Pastor Chuck Baldwin also a chosen one?

US economic terrorism is out there to block young Iranian entrepreneurs: Zarif

"DonaldTrump 's EconomicTerrorism is out to block them and their ideas, but they're relentless in pursuit of dreams," tweeted Iran's Foreign Minister Mohammad Javad Zarif on Monday night after visiting an innovation factory run by thousands of young Iranians in Tehran.

Iran calls the US' reimposed economic sanctions "economic terrorism" that is targeting the Iranian nation.

"2,500 young entrepreneurs have turned an old building in Tehran into an innovation factory to develop cutting edge tech—gaming, nano medicine, AI, #Internet of Things (IoT) ...." wrote the Iranian foreign policy chief.

Earlier in the day, he urged the media and the world to stop using the word "sanction" against Iran, arguing that "sanctions are a tool in the hands of governments to force another state to enforce the rule of law. But the US is not seeking any law enforcement but only to impose its own will on other nations".

Zarif explained that the US economic terrorism is "coercive economic measures" that are meant to put pressure on the Iranian people.

Sumber:

IRNA - US economic terrorism is out there to block young Iranian entrepreneurs: Zarif.

Panah-Panah Api Sebagai Penjaga Langit

Bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang astronomi, tentu tidak asing dengan istilah bintang jatuh. Sepintas seperti bintang di langit yang dengan cepat melesat ke bumi, tetapi bintang jatuh sebenarnya bukan bintang. Secara fisik berupa sepotong batu atau debu berukuran kecil yang menghantam atmosfer bumi dari angkasa.

Meteor atau sering disebut bintang jatuh. (Pixabay)
Benda langit ini bergerak sangat cepat sehingga menimbulkan panas dan bersinar saat melintasi atmosfer. Bintang jatuh sebenarnya adalah apa yang oleh astronom dikenal sebagai meteor. Kebanyakan meteor akan terbakar di atmosfer sebelum mencapai tanah. Namun kadang-kadang terdapat meteor berukuran cukup besar yang mampu bertahan hingga mencapai permukaan bumi.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu kawkab. [Surat As-Saffat Ayat 6]

Kawkab (الْكَوَاكِبِ) merupakan benda langit yang bersinar karena sumber cahaya dari benda langit lain. Sebaliknya, bintang-bintang atau 'najm' bersinar oleh cahaya mereka sendiri. Karena itu, kata 'kawkab' bisa diartikan benda langit seperti meteor, meteoroid, meteor shower, komet bahkan planet.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan kawkab, dan Kami jadikan kawkab itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. [Surat Al-Mulk Ayat 3-5]

Dalam ayat diatas dijelaskan bahwa bintang jatuh merupakan alat untuk mengusir syaitan. Al-Qur'an menjelaskan bahwa langit terdiri dari tujuh tingkatan, enam diantaranya belum bisa dideteksi dengan teknologi (dimensi-dimensi ekstra). Adapun langit yang paling dekat dengan bumi dilengkapi dengan 'sistem penjagaan' dari gangguan supernatural menggunakan meteor yang hakikatnya adalah materi padat.

Bintang jatuh kadang-kadang disebut fireball atau meteor yang sangat terang. Ketika fireball terjadi di daerah yang ramai penduduknya, fenomena itu dapat menarik perhatian karena dapat menimbulkan ketakutan, kekaguman sekaligus dikaitkan dengan kepercayaan tertentu.

Abdullah Ibnu Abbas (ra) meriwayatkan sebagai berikut:

Seseorang dari Ansar yang berada di antara Sahabat Rasulullah (ﷺ) bercerita kepadaku: Ketika kami duduk di malam hari dengan Rasulullah (ﷺ), sebuah meteor melesat memberi cahaya yang sangat terang. Rasulullah (ﷺ) berkata: Apa yang kalian katakan di masa pra-Islam ketika ada peristiwa itu (meteor)? Mereka berkata: Allah dan Rasul-Nya mengetahui yang terbaik (keadaan sebenarnya), tetapi kami biasa mengatakan bahwa pada malam itu juga seorang pria hebat telah dilahirkan dan seorang pria hebat telah meninggal. Rasulullah (ﷺ) bersabda: (meteor-meteor tersebut) melesat bukan karena kematian siapa pun, bukan pula karena kelahiran siapa pun. Allah SWT, Yang Maha Mulia dan Maha Agung, mengeluarkan Perintah ketika Dia memutuskan untuk melakukan sesuatu. Kemudian (para Malaikat) pembawa Singgasana memuji untuk kemuliaan-Nya, lalu ikut memuji para penghuni langit yang dekat dengan mereka sampai kemuliaan Allah Swt tersebut sampai kepada mereka yang ada di langit dunia. Kemudian mereka yang dekat dengan para pembawa Singgasana bertanya kepada para pembawa Singgasana: Apa yang Allah Swt firmankan? Para pembawa Singgasana memberi tahu mereka apa yang menjadi ketetapan-Nya. Kemudian para penghuni langit mencari informasi dari mereka sampai informasi tersebut mencapai langit dunia. Dalam proses penyampaian ini (jin mencuri berita) apa yang dia dengar secara tidak sengaja kemudian membawanya ke teman-temannya. Ketika para Malaikat melihat jin, mereka menyerang jin tersebut dengan meteor. Kalau saja para jin menceritakan hanya yang mereka dengar maka informasi tersebut tentu benar tetapi mereka memadukannya dengan kebohongan dan membuat tambahan untuk itu. (Sahih Muslim Book 26, Hadith 5538)

Meteor dengan cahaya yang sangat terang yang terjadi pada masa Rasulullah (Saw) adalah indikasi kuat mengenai fenomena fireball. Dari riwayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa peristiwa bintang jatuh termasuk fenomena yang lazim pada masa itu. Baik Rasulullah (Saw) dan kaum muslimin dapat melihat bintang jatuh / fireball yang digunakan untuk mengusir jin.

Terdapat perbedaan antara meteor dan fireball menurut penjelasan International Meteor Organization. Meteor baru menghasilkan cahaya ketika memasuki atmosfer bumi, relatif tidak terlalu terang dan tidak sampai mendarat di bumi. Adapun fireball memiliki tingkat kecerahan yang intens dan mendarat di bumi.

Selain kawkab, al-Qur'an memberi julukan benda langit pengusir syaitan / jin sebagai shihab (شِهَابًا) atau panah-panah api.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit. Maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). [Surat Al-Jinn Ayat 8-9]


Beberapa fireball mampu menembus atmosfer bumi kemudian kembali lagi ke angkasa; fenomena ini masih sulit dijelaskan secara  ilmiah. Fireball yang disertai dengan ledakan dikenal dengan sebutan bolide. Untuk dapat menentukan apakah fireball itu menjadi bolide atau tidak, adalah dengan memperkirakan tingkat kecerahan. Jika objek tersebut lebih cerah dibanding benda di langit kecuali matahari dan bulan, maka itu adalah bolide.

Kebanyakan bolide biasanya ada di kisaran magnitude -14 atau lebih. Pada saat magnitude mencapai -14, cahaya dari bolide setara dengan cahaya yang dihasilkan oleh bulan purnama. Bolide juga dapat terjadi pada siang hari atau di malam hari ketika mendung. Fenomena tersebut juga sering terjadi di atas lautan atau area bumi yang tidak dihuni manusia. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

International Meteor Organization - Fireballs.

NASA - What causes fireballs in the sky?

Planet Facts - Fireball.

Sunnah - Sahih Muslim.

The California Institute of Technology - What is a shooting star?