Kemampuan Angin Dalam Menerbangkan Manusia

Udara di atmosfer bergerak di seluruh dunia dalam pola yang disebut sirkulasi atmosfer global. Pola ini terjadi karena matahari memanaskan bumi lebih banyak di garis khatulistiwa daripada di kutub. Selain itu juga dipengaruhi oleh putaran bumi.

Ketika seseorang tanpa parasut jatuh dalam jet stream, angin itu mampu membawanya terbang hingga beberapa kilometer. (Wikimedia)
Sirkulasi atmosfer global menghasilkan jet stream, berupa arus udara yang mengalir cepat dan berkelok-kelok di atmosfer bumi. Angin bergerak dari barat ke timur karena rotasi bumi. Letaknya antara troposfer dan stratosfer. Pada kesempatan yang jarang, biasanya selama badai musim dingin yang besar seperti badai salju, aliran jet dapat melengkung sedemikian rupa sehingga mengalir dari timur ke barat dalam jarak pendek.

Marc Hauser merupakan orang pertama yang melakukan aksi terjun bebas ke jet stream. Hanya mengenakan setelan terjun payung biasa dan dengan pasokan oksigen terbatas, ia melompat dari balon udara yang ia tumpangi pada ketinggian 7,4 km. Marc melompat ke dalam jet stream yang memiliki kecepatan 137 kph.

Angin membawanya terbang pada sudut kemiringan 45 ° dengan kecepatan tertinggi 270 km per jam. Ia diterbangkan oleh angin hingga sejauh 5,6 km. Marc menggunakan parasutnya setelah berada pada ketinggian 2 km dari atas tanah dan mendarat di sebuah peternakan dekat Forbes, 290 km barat Sydney, Australia.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta dengan hanif kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. [Surat Al-Hajj Ayat 30-31]

Menurut pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi, yang dimaksud dengan hanif (حُنَفَا) kepada Allah adalah orang-orang yang telah tunduk kepada Allah SWT. Mereka cenderung menjauh dari setiap agama kecuali agama-Nya. Mereka juga tidak menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya. Bagi siapa pun yang menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya, seolah-olah ia telah jatuh dari langit kemudian ditiup oleh angin ke tempat yang jauh sehingga tidak ada harapan untuk diselamatkan.


Faktor utama yang mempengaruhi jet stream adalah temperatur. Aliran udara terbentuk antara dua massa udara dengan temperatur yang sangat berbeda. Semakin besar perbedaan suhu antara massa udara, semakin cepat angin berhembus di jet stream. Perbedaan tekanan udara horizontal menyebabkan terbentuknya angin yang sangat kuat. Angin ini berhembus dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 250 mph (400 km per jam).

Aliran udara jet stream memiliki peran sangat penting terkait dengan cuaca. jika bukan karena jet stream, cuaca akan berubah sangat sedikit dari hari ke hari. Beberapa daerah mungkin tidak pernah mendapatkan hujan, sementara daerah lain mungkin tidak pernah melihat matahari karena selalu mendung. Jet stream paling kuat terjadi selama musim dingin, ketika perbedaan suhu paling besar. Selama musim panas, ketika perbedaan suhu antara massa udara lebih kecil, angin jet stream cenderung lebih lemah. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

AccuWeather - What are jet streams and how do they influence the weather we experience?

Classzone - Why the Jet Stream Changes During the Year - ClassZone.

Quranx - Tafsir al-Jalalain.

Speed-Tracking - FLYING IN THE JET STREAM.

University Corporation for Atmospheric Research - A Global Look at Moving Air: Atmospheric Circulation.

Weather Street - What causes the jet stream?

Wikipedia - Jet Stream.

Bumi Dan Semua Benda Langit Memiliki Orbit

Setiap benda langit di alam semesta bergerak dalam hubungannya satu sama lain dalam orbit. Planet, asteroid, komet, bintang, galaksi, nebula, dll. Dalam sebuah pengamatan di wilayah Utah, bintang-bintang di langit terbit dari arah timur. Bintang-bintang tersebut terbit secara diagonal, kemudian bergerak dari utara ke selatan. Setelah beberapa jam, bintang-bintang akan tampak di langit tinggi bagian selatan. Di langit kota Utah bagian utara, bintang terbit di timur laut dan terbenam di barat laut, bergerak berlawanan arah jarum jam mengelilingi titik yang tinggi di atas cakrawala utara.

Jejak orbit pada bintang-bintang di Belahan Bumi Utara dengan Polaris di tengah. (Wikimedia)
Selama rotasi bumi, beberapa bintang terbit dari bawah cakrawala timur dan kemudian terbenam di bawah cakrawala barat. Karena itu, bintang-bintang ini disebut terbit dan terbenam. Sudut terbit dan terbenam bintang adalah sama yaitu 90 ° - | lintang pengamat |. Bintang Utara (Polaris) dikenal memiliki posisi tetap di langit utara. Anda selalu dapat menggunakan polaris untuk menemukan arah utara. Tapi polaris juga melakukan pergerakan. Jika Anda memotretnya, Anda akan menemukan lingkaran kecil di sekitar titik tepat di kutub langit utara setiap hari. Penyebabnya karena polaris bergerak sekitar tiga perempat derajat dari langit utara.

Semua bintang-bintang yang kita lihat di langit malam adalah anggota galaksi Bimasakti. Semua bintang tersebut bergerak melalui ruang angkasa, tetapi mereka begitu jauh sehingga kita tidak dapat dengan mudah melihat mereka bergerak relatif satu sama lain. Itulah sebabnya bintang-bintang tampak saling menempel satu sama lain. Selain itu, sebagian besar dari kita melihat rasi bintang yang sama dengan leluhur kita.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. [Surat Al-Anbiya Ayat 33]

Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, kata kullun (masing-masing / كُلٌّ) memiliki makna berjumlah tiga atau lebih. Dua benda langit sudah disebutkan. Pertama adalah al-shams atau matahari. Kedua adalah al-qamar atau bulan. Adapun yang ketiga adalah al-nujūm atau bintang-bintang.

Matahari melakukan pergerakan dalam arti sesungguhnya. Matahari mengelilingi orbit dikenal sebagai tahun galaksi, yaitu
waktu yang dibutuhkan tata surya untuk melakukan satu revolusi mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari, bumi, bulan, beserta seluruh benda langit di dalam tata surya bergerak mengelilingi galaksi Bimasakti. Bintang-bintang bergerak pada orbit di sekitar pusat galaksi. Benda yang menghiasi langit malam ini memiliki beberapa gerakan acak. Mereka tidak mengorbit galaksi dalam bentuk lingkaran sempurna. Gerakan acak tersebut biasanya menempuh beberapa puluh km / detik dalam beberapa arah.

Menurut keterangan dalam tafsir Ibnu Jarir, ayat di atas mengacu pada kecepatan bergerak benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang dan lainnya. Di Bimasakti, Tata Surya bergerak dengan kecepatan rata-rata 230 km / detik. Bintang-bintang biasanya memiliki kecepatan 100 km / detik, sedangkan bintang-bintang dengan kecepatan lebih tinggi, memiliki kecepatan sekitar 1000 km / detik. Bintang-bintang yang bergerak cepat ini lebih banyak jumlahnya di dekat pusat Bimasakti, yang juga merupakan tempat sebagian besar bintang-bintang diperkirakan diproduksi.

Matahari, bumi, bulan bersama dengan seluruh benda langit yang ada di tata surya mengelilingi galaksi Bimasakti. Orbit mereka ditunjukkan oleh lingkaran warna kuning. (Wikimedia)
Bumi secara otomatis melakukan dua pergerakan. Pertama, mengelilingi matahari bersama bulan. Kedua, melakukan tahun galaksi bersama-sama dengan matahari dan seluruh benda langit di dalam tata surya. Hadis berikut diriwayatkan melalui otoritas Qatadah bin an-Nu'man (ra) dengan jalur periwayatan yang sama tetapi (dengan variasi susunan kata):

"Allah Swt memerintahkan bumi (dari tempatnya) agar bergerak menjauh, dan (memerintahkan) kepada bumi lainnya (yang bergerak) untuk mendekat." (Sahih Muslim, Book 37, Hadith 6664)

Pergerakan bumi (revolusi dan tahun galaksi) menunjukkan bahwa bumi tidak stagnan. Bumi bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa bumi bukan pusat alam semesta (teori geosentris). Matahari bergerak mengelilingi orbit menunjukkan bahwa matahari bukan pusat alam semesta (teori heliosentris). Galaksi Bimasakti sendiri ternyata bergerak mengelilingi orbit. Hal ini menunjukkan bahwa galaksi Bimasakti bukan pusat alam semesta (teori galactosentris).

Bimasakti adalah salah satu dari dua galaksi besar yang membentuk apa yang disebut Grup Lokal, yang berisi sekitar lima puluh galaksi. Galaksi besar lain yang kedua adalah Andromeda. Galaksi kita dan Andromeda mengorbit satu sama lain. Keduanya merupakan objek yang sangat besar dan sangat jauh satu sama lain, tetapi keduanya saling terikat secara gravitasi.

Apakah Grup Lokal secara keseluruhan mengelilingi orbit tertentu? Jawabannya adalah Ya. Grup Lokal adalah bagian dari Virgo Supercluster, yang pada gilirannya bergerak relatif terhadap struktur yang lebih besar di alam semesta. Tidak ada benda langit yang benar-benar stagnan di alam semesta. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Astroquizzical - Does our galaxy orbit anything?

Cornell University - How do stars move in the Galaxy? (Intermediate).

Earthsky - Does the North Star ever move?

King Saud University - Tafsir al-Tabari.

Quranx - Tafsir al-Jalalain.

University of Nebraska-Lincoln - Paths of the Stars.

Wikipedia - Galactic year & Stellar kinematics.

Weber State University - Motion of the Stars.

Bentuk Bumi Menurut Agama Islam

Penyebutan konsep bumi bulat paling awal didokumentasikan sejak sekitar abad ke 5 SM, ketika disebutkan oleh para filsuf Yunani kuno. Pythagoras, sekitar 500 SM, membuat sejumlah kemajuan penting dalam astronomi. Dia berpendapat bahwa bumi adalah bola. Pythagoras meyakini bahwa bola adalah bentuk yang paling sempurna. Penting untuk diketahui bahwa astronomi Yunani (kurun waktu 1000 tahun antara 700 SM hingga 300 M) tidak melibatkan fisika.

Gambar artistik abad pertengahan dari bumi yang bulat; terdiri dari tanah, udara, dan air. Dibuat sekitar tahun 1400 Masehi. (Wikimedia)
Pendapat Pythagoras itu tetap menjadi spekulasi hingga abad ke-3 SM, ketika astronomi Yunani menetapkan bentuk bulat bumi sebagai fakta fisika sekaligus digunakan untuk menghitung keliling bumi. Paradigma ini secara bertahap diadopsi di seluruh Dunia Lama selama Zaman Akhir dan Abad Pertengahan.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [Surat Az-Zumar Ayat 5]

Imam al-Qurtubi mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa yang dimaksud dengan yukawiru  (يُكَوِّرُ) atau ''menutupkan'' adalah melempar benda berbentuk bundar. Bangsa Arab pada zaman dahulu menggunakan kata kerja tersebut untuk pellet. Benda ini dibuat dengan mengompres tanah liat sampai berbentuk bundar. Fungsinya adalah untuk permainan atau olahraga (Muwatta Malik, Book 25, Hadith 2).

Bumi memiliki beberapa momentum awal. Planet ini sebenarnya bergerak ke suatu arah, yang tegak lurus menjauh dari arah matahari. Gravitasi matahari cukup untuk mencegah bumi agar tidak terlempar dalam garis lurus ke luar angkasa. Walaupun demikian, gravitasi matahari tidak cukup kuat untuk menarik bumi lebih dekat menuju permukaan matahari. Bumi terus menerus mengubah arah gerakannya, dengan cara mengelilingi matahari.

Hal ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bundar seperti pellet. Pellet yang dilempar ke atas sama seperti momentum awal pada bumi (Pellet terhadap bumi sama seperti bumi terhadap matahari). Bedanya adalah bumi tidak jatuh ke matahari. Mengingat bahwa bumi mengelilingi matahari sambil melakukan rotasi, hal itu menimbulkan pergantian siang dan malam.

Kalung mutiara. (Wikimedia)
Diriwayatkan oleh Sa`id bin Zaid:

Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Barangsiapa yang merebut tanah seseorang dengan tidak adil, lehernya akan dikalungi dengan tujuh bumi (pada Hari Kebangkitan)." (Sahih al-Bukhari Vol. 3, Book 43, Hadith 632)

Hadis diatas menunjukkan bahwa bumi memiliki bentuk seperti ornamen kalung. Adapun ornamen kalung yang biasa dipakai dan diperjualbelikan pada zaman Nabi Muhammad (Saw) adalah mutiara. Riwayat mengenai penggunaan mutiara sebagai ornamen kalung terdapat dalam hadis Sunan Abu Dawud Book 22, Hadith 3345. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Nabi (ﷺ) diberi kalung dengan ornamen mutiara berisi emas di dalamnya.

Ibnu Hasm (994-1064 M) mengatakan bahwa bukti-bukti dari al-Qur'an dan Sunnah menunjukkan bahwa bumi itu bulat (al-Fasl fi’l-Milal wa’l-Ahwa 'wa’l-Nihal (2/78)). Bukti bahwa Bumi berbentuk bundar adalah "Matahari selalu vertikal untuk peristiwa tertentu di bumi". Berarti jika Anda mengikuti matahari ke tempat sekiranya itu akan terbenam, Anda akan selalu menemukan bahwa matahari selalu menunjukkan posisi vertikal (naik di langit) pada lokasi itu meskipun dari lokasi pertama Anda mungkin terlihat tampak terbenam. Gagasan dari Ibnu Hasm diteruskan oleh Galileo 500 tahun kemudian.

Perdebatan pada awal perkembangan Islam bukan mengenai bentuk bumi, melainkan tentang seberapa luas bumi yang kita huni. Pada awal tahun 800-an, Khalifah Abbasiyah al-Ma'mun mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan paling berpengaruh pada masa itu (termasuk al-Khawarizmi) di Baghdad untuk menghitung keliling bumi. Hasil perhitungan cukup akurat dan memiliki selisih hanya sekitar 4% dari ukuran sebenarnya. Berdasarkan perhitungan para ilmuwan Islam, keliling bumi adalah 40.253,4 km (keliling bumi berdasarkan perhitungan modern adalah 40.075 km).


Banyak gambar telah diambil dari seluruh bumi melalui satelit yang diluncurkan oleh berbagai otoritas pemerintah serta organisasi independen. Dari orbit yang tinggi, di mana setengah dari planet ini dapat dilihat sekaligus, bumi jelas berbentuk bola. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Sayyid Rami Al Rifai: Shaped The Modern World, Sunnah Muakada, 4 Apr 2016, p15.

Sunnah - Muwatta Malik, Sahih al-Bukhari & Sunan Abu Dawud.

UC Santa Barbara - How does Earth keep its orbit around the Sun and not come closer to the Sun?

Wikipedia - Spherical Earth.

www-history.mcs.st-and.ac.uk - Greek astronomy (Ancient Greek indexHistory Topics Index).

Air Tawar Mengalir Di Dalam Laut

Walaupun dikenal sebagai tempat air asin, laut ternyata memiliki kandungan air tawar berupa mata air bawah laut. Air tawar ini dapat ditemukan di lautan seluruh dunia, terutama pada wilayah dengan formasi geologi bawah tanah berupa batu kapur atau batuan vulkanik. Mata air bawah laut merupakan air tawar yang mengalir bebas ke laut. Sebagian besar mata air bawah laut dulunya adalah mata air tanah (akuifer), yang terendam saat permukaan laut naik. Gravitasi secara alami menarik air ke titik serendah mungkin, seringkali di bawah permukaan laut.

Laut Merah. (Pixabay)
Mata air bawah laut sangat cocok untuk konsumsi manusia dan dapat meringankan kesulitan hidup yang disebabkan oleh kekurangan air di daerah di mana satu-satunya solusi hanya dalam bentuk penyulingan air laut. Hanya saja, belum ada teknologi yang efektif untuk mengumpulkan air ini. Upaya untuk mengumpulkan mata air bawah laut tidak berhasil karena intrusi air laut ke akuifer air tawar selama proses pemompaan. Selain itu, pemompaan yang berlebihan mengakibatkan peningkatan kontaminasi oleh air laut.

Mengingat bahwa air tawar tidak sepadat air asin, air tersebut secara alami naik kemudian mengalir bebas ke laut, sekitar 1,5 meter kubik per detik. Keunikan mata air bawah laut adalah dapat mengalir di laut bersama dengan air asin tanpa membuat keduanya bercampur. Fenomena ini dikenal sebagai stratifikasi air, ketika massa air dengan sifat yang berbeda membentuk lapisan yang bertindak sebagai penghambat pencampuran air.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. [Surat Al-Furqan Ayat 53]

Imam al-Qurtubi mengutip pendapat Mujahid mengatakan bahwa salah satu laut mengirim airnya dan membanjiri satu sama lain. Dari perspektif sains, yang dimaksud dengan laut yang mengirim airnya tersebut adalah mata air bawah laut. Dalam tafsir al-Qurtubi juga disebutkan bahwa dinding dan batas pada dua laut tersebut tidak terlihat oleh mata manusia (stratifikasi air tidak bisa dilihat oleh mata manusia). Menurut pendapat al-Hassan, dua laut tersebut adalah Laut Persia (salah satunya Teluk Persia) dan Laut Romawi (salah satunya Laut Merah).

Mutiara air tawar kadang dapat ditemukan di laut yang memiliki mata air bawah laut. (Wikimedia)
Mata air bawah tanah dapat ditemukan di jazirah Arab, tepatnya di wilayah pesisir timur (Teluk Persia) dan wilayah pesisir barat (Laut Merah). Meskipun mata air bawah tanah didokumentasikan dengan baik, tidak ada upaya yang dilakukan untuk mensurvei daerah ini guna menemukan mata air tawar tersebut.

Beberapa makhluk hidup bisa beradaptasi dengan perubahan salinitas (kadar garam), salah satunya adalah ikan sturgeon. Ikan ini dapat beradaptasi di air tawar dan air asin. Karena sangat lambat dalam berkembang dan menjadi dewasa, sturgeon sangat rentan terhadap eksploitasi dan ancaman lainnya. Terdapat catatan yang menyebutkan bahwa ikan sturgeon masih dapat ditemukan di Laut Merah pada tahun 1985.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan ḥilyatan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. [Surat Fatir Ayat 12]

Menurut pendapat Imam Husain bin Mas'ud Al-Baghawi, yang dimaksud dengan ḥilyatan (حِلْيَةً) adalah mutiara. Peradaban Timur Tengah tampaknya yang pertama menghargai mutiara. Perhiasan mutiara kemudian menyebar ke wilayah Mediterania. Di Persia, permata ini dikatakan memiliki nilai yang sama dengan emas. Pada tahun 100 SM, antusiasme wilayah Mediterania untuk mutiara semakin meningkat. Benda-benda mutiara yang sudah dihiasi dapat ditemukan di situs arkeologi di seluruh Kekaisaran Romawi; dari Suriah, Afrika Utara hingga Prancis utara.

Tiram mutiara (mutiara air asin) dan kerang mutiara (mutiara air tawar) dapat ditemukan di pantai Laut Merah Mesir. Meskipun mutiara telah lama menjadi permata yang berharga, benda ini umumnya tidak digunakan di Mesir hingga zaman Ptolemeus. Penulis, naturalis dan filsuf Romawi bernama Pliny mencatat sejumlah sumber untuk mutiara air tawar termasuk laut di sekitar India, Arab, Sri Lanka, Teluk Persia dan Laut Merah.

Kapal dagang kekaisaran Romawi. (Wikimedia)
Provinsi Romawi Mesir (Latin: Aegyptus) didirikan pada 30 SM. Aegyptus berbatasan dengan provinsi Kreta dan Cyrenaica di sebelah barat dan Yudea (Arabia Petraea) di sebelah Timur. Aegyptus merupakan provinsi Romawi Timur terkaya, dan sejauh ini provinsi Romawi terkaya di luar Italia. Kekaisaran Romawi mendominasi perdagangan pada bagian utara Laut Merah setidaknya sampai akhir abad kedua Masehi.

Berdasarkan sumber-sumber sastra kuno dan bukti arkeologis yang samar menunjukkan bahwa kekaisaran Romawi tetap aktif di Laut Merah selama seluruh periode kehadiran Romawi di daerah itu. Meskipun intensitas kegiatan itu menurun selama abad ketiga, ada kebangkitan di abad keempat-keenam. Setelah bangsa Arab Muslim menaklukkan Mesir dan Timur Dekat pada abad ketujuh Masehi, Romawi tidak memainkan peran langsung dalam perdagangan Laut Merah. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Arab Remote Sensing and Geographic Information System Organisation - Using Remote Sensing and GIS for Submarine Freshwater Springs Exploration as a Plausible Water Source in Saudi Arabia.

Climate Control Middle East - Fresh water from the sea.

George Rapp: Archaeomineralogy, Springer Science & Business Media, 7 Feb 2009, p112.

Geowords - Pearls in human history.

Jacquelyn G. Black: Microbiology: Principles and Explorations, John Wiley & Sons, 2 Jan 2008, p86.

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Parcourir Les Collections - Romans and Arabs in the Red Sea.

Wikipedia - Euryhaline, Egypt (Roman province), Stratification (water), Sturgeon.

Tujuh Langit Dalam Agama Islam

Al-Qur'an dan Hadist sering menyebutkan keberadaan tujuh samāwāt (سماوات), bentuk jamak dari samāʾ (سماء), yang berarti langit atau bola langit. Tujuh samāwāt berarti tujuh langit. Alam semesta memungkinkan adanya dimensi-dimensi ekstra, berupa tambahan dimensi ruang atau waktu di luar dimensi yang kita ketahui (3 dimensi ruang + 1 dimensi waktu, dikenal dengan istilah ruangwaktu).

Ilustrasi mengenai tujuh langit. (Pixabay)
Teori relativitas Einstein menjelaskan bahwa benda-benda besar seperti bumi membelokkan jalinan ruangwaktu. Ketika benda-benda besar tersebut bergerak (misalnya revolusi bumi), mereka menciptakan gelombang, seperti serangkaian ombak di permukaan air,  yang disebabkan oleh benda yang jatuh ke dalamnya atau disebabkan oleh angin sepoi-sepoi. Gelombang pada ruangwaktu tersebut dikenal sebagai gelombang gravitasional (gravitational wave).

Al-Qur'an menyatakan sebagai berikut:

Demi langit yang mempunyai hubuk. [Surat Adz-Dzariyat ayat 7]

Menurut Ibnu Abbas (ra), definisi hubuk (الْحُبُكِ) adalah keadaan penuh gelombang seperti gelombang air saat dihantam angin, atau seperti gelombang pasir saat tertiup angin, atau seperti gelombang pada rambut keriting atau seperti gelombang baju besi yang terbuat dari besi. Gelombang gravitasional memiliki pola yang mirip dengan hubuk. Ibnu Abbas juga berpendapat bahwa hubuk memiliki keterkaitan dengan tujuh langit. Dengan kata lain, gelombang gravitasional memiliki keterkaitan dengan tujuh langit.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bergerak ke kanan atau ke kiri, bergerak maju atau mundur, bergerak naik atau turun, waktu lebih awal atau lebih lambat. Dunia sehari-hari yang dialami indra kita, merupakan 3 + 1 dimensi. Alam semesta diperkirakan memiliki satu atau lebih dimensi ekstra yang muncul pada skala yang sangat besar, membuat alam semesta mengalami percepatan. Dalam teori-teori ini, cahaya dan materi terbatas hanya pada empat dimensi yang kita tahu, adapun gravitasi mampu "menerobos" menuju dimensi lain. Akibatnya, gravitasi menjadi sedikit lebih lemah. Cahaya tidak mampu menembus dimensi ekstra sehingga tidak dipengaruhi oleh dimensi-dimensi tersebut.

Ilustrasi mengenai gelombang gravitasional. (Wikimedia)
Al-Qur'an memberikan keterangan bahwa dari tujuh langit, masing-masing memiliki planet dengan karakteristik menyerupai bumi yang kita tinggali, seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Surat At-Talaq Ayat 12]

Menurut penjelasan Ibnu Katsir, makna ayat di atas adalah Allah (SWT) menciptakan tujuh bumi, artinya ada enam bumi lain selain yang kita tempati.

Diriwayatkan oleh Malik bin Sasaa:

Bahwa Nabi (ﷺ) berbicara kepada mereka tentang malam beliau naik ke langit (jamak). Beliau berkata, "(Kemudian Jibril membawaku) dan naik sampai dia mencapai langit kedua di mana dia meminta pintu gerbang dibuka, tetapi dia ditanya, 'Siapa itu?' Jibril menjawab, 'Aku adalah Jibril.' Dia ditanya, 'Siapa yang menemanimu?' Dia menjawab, 'Muhammad.' Ditanya, 'Apakah dia sudah dipanggil?' Dia berkata, 'Ya.' Ketika kami mencapai langit kedua, aku melihat Yahya (as) dan Isa (as) yang adalah saudara sepupu. Jibril berkata, 'Mereka ini adalah Yahya (as) dan Isa (as), maka sambutlah mereka.' Aku menyapa mereka dan mereka membalas ucapan yang mengatakan, 'Selamat datang, wahai saudara yang saleh dan nabi yang saleh." (Sahih al-Bukhari, Vol. 4, Book 55, Hadith 640. Lihat juga Riyad as-Salihin, Book 6, Hadith 874)

Teori terkenal yang membahas mengenai keberadaan dimensi-dimensi ekstra adalah teori string. Teori ini memiliki satu konsekuensi yang sangat unik yang tidak dimiliki teori fisika lain sebelumnya: teori string memprediksi jumlah dimensi ruangwaktu. Agar matematika teori string konsisten, jumlah dimensi ruangwaktu harus 10. Awalnya banyak kritikan terhadap teori string. Jika teori tersebut memprediksi 10 dimensi kemudian Anda melihat sekeliling dan hanya melihat empat (tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu) maka Anda mungkin bertanya: "Di mana enam dimensi lainnya?"

Perumpamaan manusia terhadap keberadaan dimensi-dimensi ekstra adalah seperti ikan-ikan terhadap kehidupan di luar telaga. (Wikimedia)
Ruangwaktu 3 + 1 dimensi kita dikelilingi oleh ruang tak terbatas berupa dimensi ekstra dunia-brane. Ruangwaktu dimensi kelima ini dicirikan oleh jari-jari kelengkungannya: semakin besar jari-jari kelengkungan, semakin terlihat datar (sama seperti persepsi kita terhadap bumi: semakin besar jari-jari bumi, semakin kelihatan datar). Gelombang gravitasional dapat mengambil jalan pintas menuju dimensi ekstra dunia-brane, lebih cepat dibanding foton (cahaya). Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menetapkan tingkat kepercayaan 95% dari 1,997 Megaparsec pada jari-jari kelengkungan dimensi kelima. Artinya, kita dapat yakin 95% bahwa jari-jari kelengkungan dimensi kelima kurang dari 6,5 juta tahun cahaya.

Agar dapat memperoleh pemahaman mengenai apa itu dimensi ekstra, bayangkan Anda hidup di telaga. Anda adalah seekor ikan dengan mata di kedua sisi kepala Anda dan yang Anda tahu hanyalah dunia bawah laut; seperti bebatuan sedimen, lumut dan ikan-ikan lain yang berenang di sekitar Anda. Sinar matahari masuk, redup dan dibiaskan, melalui air. Anda menjalani hidup Anda dengan keyakinan bahwa dunia bawah laut ini adalah semua yang ada karena hanya itu yang dapat Anda alami. Namun, ada lingkungan yang sama sekali baru di luar garis pandang Anda; di mana hewan tidak perlu air untuk bernapas dan tanaman tumbuh pada tanah yang kering. Kita adalah ikan-ikan itu dan dimensi yang lebih tinggi itu adalah lingkungan baru yang tidak bisa kita lihat. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Daily Beast - A WRINKLE IN SPACETIME, Are We Closer to Finding a Fifth Dimension?

Medium - The Ten Dimensions, Simplified.

Oskar Klein Centre - HUNTING FOR EXTRA DIMENSIONS WITH GRAVITATIONAL WAVES.

Plus Magazine - The ten dimensions of string theory.

Quranx - Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs & Tafsir Ibnu Katsir.

Sunnah - Sahih al-Bukhari & Riyad as-Salihin.

Pemisahan Bumi Dari Langit

Ketika bumi diciptakan 4,6 miliar tahun yang lalu, belum ada udara, belum ada atmosfer. Selain itu, permukaan bumi masih dalam bentuk batuan cair yang sangat panas. Sekitar 4 miliar hingga 3,8 miliar tahun yang lalu, bumi ikut mengalami Late Heavy Bombardment (LHB), saat asteroid dan komet dalam jumlah banyak menghantam planet-planet dalam (merkurius, venus, bumi, mars) beserta satelit-satelit mereka.

Penggambaran peristiwa late heavy bombardment. (Wikimedia)
Apa penyebab terjadinya LHB? Teori utama berpendapat bahwa Jupiter dan Saturnus awalnya belum berada di posisi orbit mereka saat ini. Migrasi keduanya ke posisi mereka saat ini "mengacaukan gravitasi", menyebabkan asteroid dan komet masuk ke dalam tata surya bagian dalam, di mana mereka menghujani bumi dan planet dalam lainnya selama jutaan tahun. Selama periode waktu tersebut, bumi dan planet-planet tata surya lainnya mengalami guncangan terus-menerus.

Anas bin Malik (ra) meriwayatkan sebagai berikut:

Nabi Muhammad (Saw) bersabda: “Ketika Allah Swt menciptakan bumi, bumi selalu berguncang. Maka Dia menciptakan gunung-gunung, dan berfirman kepada mereka: 'Menetaplah disitu' maka gunung-gunung mulai menetap di bumi. (Jami`at-Tirmidzi Vol. 5, Book 44, Hadith 3369)

Pengetahuan modern menemukan bahwa pegunungan tertua di Bumi adalah Sabuk Greenstone Barberton di Afrika Selatan, juga dikenal sebagai Pegunungan Makhonjwa. Pegunungan tersebut terbentuk sekitar 3,6 miliar tahun yang lalu. Pegunungan di bumi tidak terbentuk semuanya dalam satu waktu, melainkan bertahap.

Periode Devon menandai dimulainya kolonisasi tanah yang luas oleh tanaman. Dengan tidak adanya herbivora yang tinggal di daratan besar, hutan besar tumbuh dan membentuk lanskap. (Wikimedia)
Setelah beberapa miliar tahun, bumi mengalami apa yang oleh para ilmuwan disebut Peristiwa Oksigenasi Besar, berupa peristiwa munculnya oksigen bebas di atmosfer bumi sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu. Oksigen bebas mengoksidasi metana di atmosfer, sehingga terjadi glasiasi Huron, yang merupakan salah satu zaman es terburuk dan terpanjang dalam sejarah. Sekitar 541 juta tahun yang lalu, kadar oksigen sudah mencapai 15% dan menunjukkan perubahan besar hingga mencapai keadaan stabil.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? [Surat Al-Anbiya Ayat 30]

Menurut Al-Hasan dan Qatadah bin an-Nu'man (ra), langit dan bumi awalnya menyatu, kemudian dipisahkan oleh udara (atmosfer). Pengetahuan modern mengkonfirmasi bahwa luar angkasa adalah hampa udara. Atmosfer adalah "sekat" yang membedakan sekaligus memisahkan bumi dengan semua benda langit di luar angkasa. Adapun luar angkasa memiliki kerapatan dan tekanan yang sangat rendah, dan merupakan ruang hampa mendekati sempurna.

Pada periode Devon, sekitar 419,2 juta tahun hingga 358,9 juta tahun yang lalu, tanaman pteridophytes mulai menyebar di seluruh tanah kering; membentuk hutan luas yang menutupi benua. Pada pertengahan periode, beberapa kelompok tanaman telah berevolusi dengan membentuk daun dan akar sejati. Pada akhir periode muncul tanaman pembawa biji pertama. Berbagai arthropoda terestrial juga mulai berkembang.

Ikan mencapai keanekaragaman substansial selama periode ini, yang menyebabkan zaman Devon sering dijuluki "Zaman Ikan". Ikan-ikan seperti actinopterygii dan sarcopterygii mulai muncul, sementara placodermi mulai mendominasi hampir setiap lingkungan perairan. Nenek moyang semua vertebrata berkaki empat (tetrapoda) mulai beradaptasi untuk berjalan di darat, karena sirip dada dan sirip perut mereka yang kuat berevolusi menjadi kaki. Di lautan, hiu primitif juga mulai berkembang.

Dunkleosteus, salah satu ikan berkulit keras terbesar yang pernah berkeliaran di planet ini, hidup pada akhir zaman Devon. (Wikimedia)
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu Umar (ra) mengatakan bahwa seseorang datang kepadanya dan menanyainya tentang kapan langit dan bumi disatukan kemudian keduanya dipisahkan. Dia (Ibnu Umar) berkata, "Pergilah ke lelaki tua itu (Syaikh) dan tanyakan padanya, kemudian datang dan katakan padaku apa yang dia katakan kepadamu. '' Maka orang itu pergi menemui Ibnu 'Abbas (ra) dan bertanya kepadanya. Ibn' Abbas berkata:" Ya, langit bergabung bersama dan tidak hujan, dan bumi bergabung bersama dan tidak ada yang tumbuh. Ketika makhluk hidup diciptakan untuk mengisi bumi, hujan muncul dari langit dan tumbuh-tumbuhan muncul dari bumi. ""

Pria itu kembali kepada Ibnu Umar dan memberi tahu dia apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas. Ibnu Umar berkata, "Sekarang aku tahu bahwa Ibnu Abbas telah diberi pengetahuan tentang Al-Qur'an. Dia telah mengatakan kebenaran, dan begitulah adanya." Ibnu Umar berkata, "Aku tidak suka sikap berani Ibnu `Abbas dalam Tafsir Al-Qur'annya, tetapi sekarang aku tahu bahwa ia telah diberi pengetahuan tentang Al-Qur'an. '' Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Wikipedia - Atmosphere of Earth, Devonian, Peristiwa Oksigenasi Besar.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

Space - Young Asteroids Got Smacked Around Just As Earth Did.

Sunnah - Jami at-Tirmidhi.

Usia Alam Semesta Dan Usia Bumi

Sampai dengan awal 1900-an, belum ada penjelasan ilmiah mengenai usia alam semesta. Para filsuf berpendapat bahwa alam semesta tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir. Ketika melihat pada sejumlah bintang di langit malam, manusia pada zaman dahulu kadang terpikir satu pertanyaan: Kapan alam semesta ini mulai ada?

Alam semesta. (Wikimedia)
Para peneliti menentukan usia alam semesta dengan menggunakan dua metode. Pertama, Mempelajari benda-benda tertua dalam alam semesta. Kedua, Mengukur seberapa cepat alam semesta mengembang. Berdasarkan dua metode tersebut, usia alam semesta diperkirakan sekitar 13,8 miliar tahun.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. [Surat Qaf ayat 38]

Makna ayyāmin (أَيَّامٍ) adalah periode, bukan hari. Artinya bahwa langit (alam semesta), bumi dan apapun antara keduanya (benda-benda langit) diciptakan dalam enam periode. Imam al-Qurtubi dan Ibnu Jarir mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa langit diciptakan terlebih dahulu (melalui Big Bang). Allah SWT pertama-tama menciptakan dukhan (uap air) dari langit (alam semesta), kemudian menciptakan bumi, kemudian naik ke langit yang masih berupa dukhan (menciptakan tujuh langit), kemudian menghamparkan bumi (membentuk daratan atau akresi) setelah itu.

Cendekiawan Islam era modern seperti Bediüzzaman Said Nursî juga memiliki pendapat yang sama dengan Qatadah bahwa alam semesta diciptakan terlebih dahulu sebelum penciptaan bumi.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. [Surat An-Nazi’at Ayat 27-30]

Surat An-Nazi’at ayat 27-30 merupakan penjelasan dari Surat Qaf ayat 38. Dari menciptakan dan membina langit hingga menghamparkan bumi, semua dilakukan dalam enam periode. Kalau usia alam semesta secara ilmiah adalah 13,8 miliar tahun maka satu periode setara dengan 13,8 : 6 atau 2,3 miliar tahun. Dari ayat lain di dalam al-Qur'an, diketahui bahwa bumi diciptakan pada periode kelima dan periode keenam.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". [Surat Fushshilat Ayat 9]

Akresi merupakan penambahan material secara alami yang berdampak makin luasnya daratan. (Wikimedia)
Untuk menghitung usia bumi, peneliti menggunakan meteorit yang merupakan fragmen dari asteroid yang jatuh. Benda tersebut memberikan keterangan akurat mengenai usia tata surya. Adapun usia tata surya sama dengan usia bumi. Berbagai jenis dan usia dari meteorit telah diukur dengan menggunakan teknik penanggalan radiometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia bumi sekitar 4,6 miliar tahun. Hal ini sesuai dengan hasil hitung jika satu periode adalah 2,3 miliar tahun.

Kalimat "dan menjadikan siangnya terang benderang" dalam surat An-Nazi’at ayat 27-30 mengacu pada penciptaan matahari sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Kalimat tersebut juga sebagai petunjuk mengenai penciptaan bumi mengingat matahari dan bumi diciptakan pada waktu yang sama. Adapun kalimat "bumi sesudah itu dihamparkan-Nya" mengacu pada pembentukan dan penambahan material daratan. Sebagian besar ilmuwan setuju bahwa Sabuk Greenstone Barberton di Afrika Selatan adalah pegunungan tertua di bumi, sekitar 3,6 miliar tahun. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Geology In - The oldest mountains on Earth.

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Miracles of Qur'an - Age of Universe.

Questionsonislam - It is stated in the Quran that first the earth and then the sky was created; however, in another verse, it is stated that first the sky and then the earth was created. How should we understand it?

Quranic Arabic Corpus - Ayyāmin & Yawmayni.

Smithsonian Magazine - How Do We Know the Earth Is 4.6 Billion Years Old?

Space - How Old is the Universe.

Ketika Alam Semesta Masih Dipenuhi Oleh Dukhan

Alam semesta terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu melalui apa yang disebut Big Bang. Pada saat itu, hanya unsur-unsur kimia paling ringan yang terbentuk; berupa hidrogen dan helium. Pada tahun 2011, para peneliti menemukan uap air terbesar dan terjauh yang pernah terdeteksi di alam semesta. Uap air tersebut setara dengan 140 triliun kali semua air di lautan dunia. Diperkirakan usia reservoir di luar angkasa itu lebih dari 12 miliar tahun. Ilmuwan NASA mengatakan bahwa air meliputi seluruh alam semesta, bahkan pada fase paling awal.

Ilustrasi alam semesta pada fase awal dipenuhi oleh uap air. (Pixabay)
Pengetahuan modern memperkirakan bahwa uap air sudah ada di awal alam semesta. Karakteristik uap air pada awal terbentuknya alam semesta berbeda dengan uap air yang ada di bumi saat ini. Uap air di bumi masih memiliki rumus kimia yang sama dengan air biasa yaitu H2O. Adapun uap air pada awal terbentuknya alam semesta tidak memiliki atau hanya ada sedikit oksigen. Uap air pada masa itu justru mengandung molekul seperti karbon monoksida, senyawa kimia yang lazim ditemukan pada asap.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan dukhan, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. [Surat Fushshilat ayat 11]

Menurut penjelasan Ibnu Abbas (ra), yang dimaksud dengan dukhan adalah uap air. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh ahli tafsir seperti Imam Husain bin Mas'ud Al-Baghawi, Ibnu Katsir, serta Imam Jalaluddin as-Suyuthi.

Oksigen pertama kali terbentuk di alam semesta setidaknya setelah beberapa juta tahun setelah terbentuknya alam semesta. Oksigen paling awal diketahui ada di alam semesta sekitar 600 juta tahun setelah Big Bang. Hidrogen bersama dengan oksigen sebagaimana kita ketahui adalah komponen yang membentuk air. Oksigen yang ada di alam semesta saat itu jumlahnya sangat terbatas. Kondisi tersebut berbeda dengan yang ada di bumi saat ini.

Atmosfer memiliki 37,5 juta miliar galon air. (Wikimedia)
Uap air merupakan fase gas dari air. Sekitar 99% uap air di atmosfer berada di troposfer. Konsentrasi uap air bervariasi di berbagai tempat di bumi. Jumlah terbesar berada di atas daerah tropis, adapun jumlah paling sedikit ada di daerah kutub. Setiap saat, atmosfer mengandung 37,5 juta miliar galon air dalam bentuk fase uap yang tak terlihat. Jumlah air sebanyak ini cukup untuk menutupi seluruh permukaan bumi (daratan dan lautan) dengan satu inci hujan. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Chemistry World - Oxygen first formed in the universe at least 13 billion years ago.

Quranx - Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs.

Space - Astronomers Find Largest, Oldest Mass of Water in Universe.

Study - What is Water Vapor? - Definition, Pressure & Formula.

University at Albany - Atmospheric Structure.

Why Files - How much water is in the atmosphere?

Perubahan Warna Pada Batuan

Batuan, termasuk yang ada di pegunungan, memiliki warna yang berbeda karena mengandung mineral. Warna mineral di batu menjadikan batu tersebut menjadi putih, merah, hitam atau warna lainnya. Beberapa batuan hanya terdiri dari satu jenis mineral, tetapi sebagian besar batuan mengandung beberapa jenis mineral yang bergabung bersama. Para ilmuwan memperkirakan ada sebanyak 4.000 jenis mineral berbeda.

Gunung Vinicunca. (Pexels)
Warna pada batuan memiliki keterkaitan secara ilmiah dengan air hujan. Mineral yang menjadikan batuan berwarna putih adalah kalsium. Ketika turun hujan, lebih banyak permukaan batu yang terpapar, sehingga lebih banyak deposit kalsium yang terpapar. Hal tersebut membuat batu-batu itu tampak putih.

Warna merah pada batuan adalah karena adanya besi oksida atau hematit. Mineral besi yang berasal dari air hujan akan menimbulkan karat (rust). Adapun karat terdiri dari besi oksida, molekul yang mengandung tiga atom besi dan empat atom oksigen. Paparan unsur-unsur tersebut menyebabkan batuan berwarna merah. (terkadang oranye dan coklat).

Warna hitam pada batu, misalnya batu kapur, disebabkan oleh hujan asam. Hujan ini terjadi karena reaksi kimia yang dimulai ketika senyawa seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida dilepaskan ke udara. Sulfur dioksida diproduksi secara alami oleh gunung berapi, adapun nitrogen oksida diproduksi secara alami oleh petir. Keduanya bercampur dan bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya untuk membentuk hujan asam. Sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang telah berada dalam air hujan tersebut kemudian bereaksi dengan batu untuk membuatnya larut. Efek yang ditimbulkan adalah menciptakan kerak gypsum yang keras, berwarna hitam di bagian luar, menjadikan batu kapur menjadi lunak dan rapuh di bagian bawah.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. [Surat Fatir ayat 27]

Sebagian besar pegunungan di dunia terdiri dari batuan sedimen dan batuan metamorf yang terbentuk di bawah tekanan tinggi dan suhu yang relatif rendah. Menurut pendapat Ibnu Jarir,  garis-garis warna pada pegunungan sebagaimana disebutkan dalam Surat Fatir ayat 27 adalah warna yang baru atau warna yang berbeda dari sebelumnya. Seperti sudah dijelaskan di awal, batuan mengalami perubahan warna akibat reaksi kimia setelah terkena air hujan. Secara ilmiah, hal ini dikenal sebagai hidrolisis, yang merupakan penguraian kimiawi suatu zat bila dikombinasikan dengan air.

Gunung Ausangate. (Pixabay)
Ibnu Abbas (ra) berkata bahwa yang dimaksud dengan garis-garis (Al-Judad) adalah jalur. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Abu Malik, Al-Hasan, Qatadah (ra) dan As-Suddi. Contoh gunung dengan garis-garis putih dan merah adalah Vinicunca yang terletak di Peru. Vinicunca adalah sebuah gunung dengan ketinggian 5.200 meter di atas permukaan laut. Gunung ini memiliki enam warna meliputi merah muda, putih, merah, hijau, coklat, dan kuning. Menurut penyelidikan Kantor Lansekap Budaya Desentralisasi Kota Cusco, warna-warna pada gunung disebabkan oleh komposisi mineral yang dimiliki. Warna putih terjadi karena silikon dioksida, batu pasir, dan napal, kaya akan kalsium karbonat. Adapun warna merah terdiri dari batu lempung (besi) dan tanah lempung pada era neogen (sekitar 23 juta tahun yang lalu).

Contoh gunung dengan warna hitam pekat adalah Ausangate / Auzangate. Dengan ketinggian 6.384 meter, gunung yang berdekatan dengan Vinicunca ini terletak sekitar 100 kilometer di wilayah Cusco, Peru. Wilayah ini dihuni oleh komunitas penggembala llama dan alpaka, dan merupakan salah satu dari sedikit masyarakat penggembala yang tersisa di dunia. Jalur gunung yang tinggi digunakan oleh para penggembala ini untuk berdagang dengan komunitas pertanian di dataran rendah. Daerah ini memiliki empat fitur geologi utama, salah satunya adalah hutan kapur Cretaceous. Selain itu terdapat formasi batu kapur gelap yang menjulang ke langit biru. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Jamesrivernews.wordpress.com - What caused all of the James River rocks to turn white?

Hilary Bradt, Kathy Jarvis: Trekking in Peru: 50 Best Walks and Hikes, Bradt Travel Guides, 2014, p342.

King Saud University - Tafsir al-Tabari

National Geographic - Fold mountain.

Quranx - Tafsir Ibnu Katsir.

Red Rock Canyon Las Vegas - GEOLOGY HIGHLIGHTS.

Study - What is Chemical Weathering? - Definition, Process & Examples.

The Guardian - How to stop the limestone rot.

Understandingnano - Iron oxide nanoparticles.

United States Environmental Protection Agency - What causes acid rain?

Wikipedia - Ausangate, belerang dioksida, NOx, Vinicunca.

Wonderopolis - How Do Rocks Get Their Colors?

Campuran Dua Logam (Besi Dan Tembaga)

Kita biasanya menganggap bahwa benda-benda logam terbuat hanya dari satu unsur murni. Sebagai contoh, benda yang terbuat dari besi akan dianggap terbentuk dari hasil peleburan bijih besi saja. Sedikit yang mengetahui bahwa hampir 90% dari logam yang kita temui sebenarnya adalah apa yang secara sains disebut alloy. Definisi alloy adalah suatu zat yang terbuat dari dua atau lebih logam yang dilebur menjadi satu. Contohnya adalah kuningan yang merupakan alloy antara tembaga dan seng. Sebagian besar alloy dibuat dengan melelehkan logam, mencampurkannya ketika berbentuk cair untuk membentuk larutan, kemudian membiarkannya menjadi dingin dan berubah menjadi padat kembali.

Ilustrasi proses pembuatan alloy. (Pixabay)
Dalam proses pembentukan alloy melibatkan aktifitas yang dikenal sebagai peleburan (smelting). Definisi peleburan adalah istilah umum untuk mendapatkan logam dari bijih. Logam seperti besi, tembaga, seng, dan perak membutuhkan proses peleburan dengan cara memanaskan bijih. Tujuannya untuk menghilangkan bagian bukan logam, menyisakan hanya bagian logam. Selain kuningan, terdapat beberapa alloy dengan nama yang kurang familiar seperti Duralumin (alumunium, tembaga), Solder (timbal, timah), Invar (besi, nikel), Billon (perak, tembaga), dan sebagainya. Adapun yang menjadi pembahasan dalam artikel ini adalah perpaduan antara besi dengan tembaga.

Penelitian menunjukkan bahwa melebur besi dengan tembaga berpengaruh positif dari segi kualitas. Besi akan meleleh pada suhu 1.538°C (titik lebur). Ketika bijih besi mengalami peleburan maka bisa mencapai titik didih hingga 2.862°C. Setelah peleburan selesai, besi akan mendingin secara perlahan-lahan. Setelah suhu berada di bawah 727°C, besi mengalami fase yang disebut dengan pearlite. Pengertian pearlite adalah struktur berlapis pada besi yang terdiri dari lapisan ferrite (87,5%) dan cementite (12,5%). Menambahkan bijih tembaga yang sudah mengalami peleburan pada besi tersebut akan mempengaruhi sifat mekanik besi secara substansial berupa pengerasan pada pearlite (dan ferrite). Dengan kata lain, menambahkan tembaga akan meningkatkan kekuatan dan kekerasan (hardness) pada besi.

Al-Qur'an menjelaskan secara garis besar mengenai alloy pada besi dan tembaga sebagai berikut:

Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. [Surat Al-Kahf Ayat 95-97]

Menurut pendapat Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan Imam Husain bin Mas'ud Al-Baghawi, logam penghalang tersebut tidak bisa dilubangi karena kuat dan keras. Selain itu, dinding tersebut juga tidak bisa didaki karena sangat tinggi dan licin. Disebutkan dalam penjelasan tafsir al-Qurtubi bahwa dinding tersebut memiliki tinggi 250 kubit (114 meter).

Ayat di atas menceritakan tentang kisah Żul Qarnain, seseorang yang diberikan kepadanya kekuasaan di (muka) bumi oleh Allah SWT. Dia juga telah diberikan jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. Dikisahkan bahwa Żul Qarnain sedang melakukan perjalanan hingga ia sampai didaerah pegunungan. Di antara dua gunung ia menemukan suatu kaum yang tidak ia mengerti bahasanya. Umat tersebut meminta tolong kepada Żul Qarnain untuk membuat pembatas untuk menghalau dua kelompok umat perusak, yaitu Ya'juj dan Ma'juj, mereka juga menjanjikan akan memberikan bayaran kepada Żul Qarnain, jika telah selesai dalam pembuatan dinding pembatas tersebut. Akan tetapi Żul Qarnain menolak diberikan bayaran oleh mereka. Ia hanya meminta syarat kepada mereka untuk membantunya beserta pasukannya dalam membangun dinding pembatas tersebut.

Lokasi gerbang besi di Boysun (Uzbekistan) pada tahun 1881 Masehi. Perhatikan bahwa gerbang besi sudah tidak ada. Hal ini karena menurut catatan sejarah, gerbang tersebut terlihat terakhir kali pada awal abad ke-15 Masehi. (Wikimedia)
Dinding penghalang berhasil dibangun berupa potongan-potongan besi yang ditumpuk sama rata dengan kedua gunung, kemudian dipanaskan hingga mencapai titik lebur. Setelah itu dituangkan tembaga cair pada besi tersebut. Żul Qarnain mengatakan kepada umat itu, bahwa kaum perusak itu tidak akan bisa mendaki atau melubanginya, sampai waktu yang dijanjikan oleh Allah akan berlubang dan runtuh, kemudian Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari celah tersebut seperti air bah.

Tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan logam penghalang tersebut. Berdasarkan keterangan dari al-Qur'an serta didukung catatan sejarah, penghalang Ya'juj dan Ma'juj kemungkinan adalah Gerbang Besi legendaris yang berlokasi di Boysun (Uzbekistan). Gerbang Besi adalah penghalang buatan di ngarai gunung, yang dibangun untuk mengatur perdagangan karavan dan bea cukai di Great Silk Road. Ngarai ini memiliki panjang 2 km dan lebar 10 hingga 50 m. Menurut pengembara Cina Xuan Tzang, pada abad ke-7 Masehi ada gerbang kayu yang dilapisi besi, dengan banyak lonceng. Diperkirakan bahwa gerbang tersebut beroperasi selama berabad-abad hingga awal abad ke-15 Masehi. Gerbang Besi terletak di jalan kuno di ngarai Dara-i Buzgala-khana. Tempat itu menjadi jalan yang membentang dari pegunungan Hissar ke selatan menuju Amu Darya. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir al-Baghawi & Tafsir al-Qurtubi.

Quranx - Tafsir al-Jalalain.

Springer - Effect of Copper on Structure Formation in Cast Iron.

Wikipedia - Alloy, List of alloys, Smelting & Żul Qarnain.

www.alexarapov.narod.ru - Iron Gates (P15).