Bentuk Bumi Menurut Agama Islam

Penyebutan konsep bumi bulat paling awal didokumentasikan sejak sekitar abad ke 5 SM, ketika disebutkan oleh para filsuf Yunani kuno. Pythagoras, sekitar 500 SM, membuat sejumlah kemajuan penting dalam astronomi. Dia berpendapat bahwa bumi adalah bola. Pythagoras meyakini bahwa bola adalah bentuk yang paling sempurna. Penting untuk diketahui bahwa astronomi Yunani (kurun waktu 1000 tahun antara 700 SM hingga 300 M) tidak melibatkan fisika.

Gambar artistik abad pertengahan dari bumi yang bulat; terdiri dari tanah, udara, dan air. Dibuat sekitar tahun 1400 Masehi. (Wikimedia)
Pendapat Pythagoras itu tetap menjadi spekulasi hingga abad ke-3 SM, ketika astronomi Yunani menetapkan bentuk bulat bumi sebagai fakta fisika sekaligus digunakan untuk menghitung keliling bumi. Paradigma ini secara bertahap diadopsi di seluruh Dunia Lama selama Zaman Akhir dan Abad Pertengahan.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. [Surat Az-Zumar Ayat 5]

Imam al-Qurtubi mengutip pendapat Qatadah bin an-Nu'man (ra) bahwa yang dimaksud dengan yukawiru  (يُكَوِّرُ) atau ''menutupkan'' adalah melempar benda berbentuk bundar. Bangsa Arab pada zaman dahulu menggunakan kata kerja tersebut untuk pellet. Benda ini dibuat dengan mengompres tanah liat sampai berbentuk bundar. Fungsinya adalah untuk permainan atau olahraga (Muwatta Malik, Book 25, Hadith 2).

Bumi memiliki beberapa momentum awal. Planet ini sebenarnya bergerak ke suatu arah, yang tegak lurus menjauh dari arah matahari. Gravitasi matahari cukup untuk mencegah bumi agar tidak terlempar dalam garis lurus ke luar angkasa. Walaupun demikian, gravitasi matahari tidak cukup kuat untuk menarik bumi lebih dekat menuju permukaan matahari. Bumi terus menerus mengubah arah gerakannya, dengan cara mengelilingi matahari.

Hal ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bundar seperti pellet. Pellet yang dilempar ke atas sama seperti momentum awal pada bumi (Pellet terhadap bumi sama seperti bumi terhadap matahari). Bedanya adalah bumi tidak jatuh ke matahari. Mengingat bahwa bumi mengelilingi matahari sambil melakukan rotasi, hal itu menimbulkan pergantian siang dan malam.

Kalung mutiara. (Wikimedia)
Diriwayatkan oleh Sa`id bin Zaid:

Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Barangsiapa yang merebut tanah seseorang dengan tidak adil, lehernya akan dikalungi dengan tujuh bumi (pada Hari Kebangkitan)." (Sahih al-Bukhari Vol. 3, Book 43, Hadith 632)

Hadis diatas menunjukkan bahwa bumi memiliki bentuk seperti ornamen kalung. Adapun ornamen kalung yang biasa dipakai dan diperjualbelikan pada zaman Nabi Muhammad (Saw) adalah mutiara. Riwayat mengenai penggunaan mutiara sebagai ornamen kalung terdapat dalam hadis Sunan Abu Dawud Book 22, Hadith 3345. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Nabi (ﷺ) diberi kalung dengan ornamen mutiara berisi emas di dalamnya.

Ibnu Hasm (994-1064 M) mengatakan bahwa bukti-bukti dari al-Qur'an dan Sunnah menunjukkan bahwa bumi itu bulat (al-Fasl fi’l-Milal wa’l-Ahwa 'wa’l-Nihal (2/78)). Bukti bahwa Bumi berbentuk bundar adalah "Matahari selalu vertikal untuk peristiwa tertentu di bumi". Berarti jika Anda mengikuti matahari ke tempat sekiranya itu akan terbenam, Anda akan selalu menemukan bahwa matahari selalu menunjukkan posisi vertikal (naik di langit) pada lokasi itu meskipun dari lokasi pertama Anda mungkin terlihat tampak terbenam. Gagasan dari Ibnu Hasm diteruskan oleh Galileo 500 tahun kemudian.

Perdebatan pada awal perkembangan Islam bukan mengenai bentuk bumi, melainkan tentang seberapa luas bumi yang kita huni. Pada awal tahun 800-an, Khalifah Abbasiyah al-Ma'mun mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan paling berpengaruh pada masa itu (termasuk al-Khawarizmi) di Baghdad untuk menghitung keliling bumi. Hasil perhitungan cukup akurat dan memiliki selisih hanya sekitar 4% dari ukuran sebenarnya. Berdasarkan perhitungan para ilmuwan Islam, keliling bumi adalah 40.253,4 km (keliling bumi berdasarkan perhitungan modern adalah 40.075 km).


Banyak gambar telah diambil dari seluruh bumi melalui satelit yang diluncurkan oleh berbagai otoritas pemerintah serta organisasi independen. Dari orbit yang tinggi, di mana setengah dari planet ini dapat dilihat sekaligus, bumi jelas berbentuk bola. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

King Saud University - Tafsir al-Qurtubi.

Sayyid Rami Al Rifai: Shaped The Modern World, Sunnah Muakada, 4 Apr 2016, p15.

Sunnah - Muwatta Malik, Sahih al-Bukhari & Sunan Abu Dawud.

UC Santa Barbara - How does Earth keep its orbit around the Sun and not come closer to the Sun?

Wikipedia - Spherical Earth.

www-history.mcs.st-and.ac.uk - Greek astronomy (Ancient Greek indexHistory Topics Index).