Penggunaan istilah matahari terbit dan matahari terbenam merupakan cara kita memandang langit dari bumi. Matahari seperti kita ketahui terbit dari arah timur dan terbenam ke arah barat. Hal itu terjadi karena Bumi melakukan rotasi ke arah timur.
Enam planet tata surya meliputi Merkurius, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Neptunus; melakukan rotasi ke arah timur. Jika enam planet tersebut dilihat dari atas, mereka melakukan rotasi berlawanan arah jarum jam (rotasi prograde). Adapun Venus dan Uranus melakukan rotasi ke arah barat. Jika dua planet tersebut dilihat dari atas, mereka melakukan rotasi searah jarum jam (rotasi retrograde). Di planet Venus, matahari terbit dari barat dan terbenam di timur sebagai konsekuensi rotasi retrograde. Karena itu, jika rotasi bumi sama seperti rotasi Venus maka matahari akan terbit dari arah barat. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, Apa yang memungkinkan peristiwa seperti itu bisa terjadi?
Menurut penelitian, peristiwa kosmis seperti dampak asteroid mampu menghentikan Bumi dari melakukan rotasi dan kemudian mengaturnya berputar ke arah sebaliknya. Artinya, hantaman asteroid menjadikan Bumi terhenti melakukan rotasi ke arah timur, kemudian menjadikannya melakukan rotasi ke arah barat. Sebagai akibatnya, kita akan melihat matahari terbit dari arah barat.
Al-Qur'an menjelaskan sebagai berikut:
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)". [Surat Al-An'am Ayat 158]
Tafsir Ibn Abbas, tafsir Ibn Kathir serta tafsir Jalalayn memaknai "Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu" sebagai hari ketika terbitnya matahari dari ufuk barat.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.
“Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda:‘ Hari kiamat tidak akan dimulai sampai matahari terbit dari barat (yaitu tempat terbitnya). Ketika terbit, orang-orang akan melihatnya, dan semua orang di (bumi) akan beriman. Tetapi peristiwa itu akan terjadi ketika iman tidak bermanfaat pada siapa pun yang tidak beriman sebelumnya. '” (Sunan Ibn Majah, Vol. 5, Book 36, Hadith 4068)
Meskipun masalah waktu masih menjadi perdebatan, para peneliti sebagian besar sepakat bahwa tumbukan asteroid di masa mendatang adalah sebuah keniscayaan. Berdasarkan prediksi ilmiah, Asteroid 99942 Apophis menunjukkan kemungkinan hingga 2,7 persen akan menghantam Bumi pada tahun 2029. Rata-rata, satu asteroid seukuran Apophis (370 meter) dapat menghantam Bumi setiap 80.000 tahun.
Selain Apophis, ancaman terhadap keselamatan umat manusia datang dari asteroid Bennu. NASA bahkan berada dalam siaga penuh untuk mengantisipasi peristiwa itu. Benda langit tersebut diperkirakan berdiameter sekitar 500 meter. Asteroid sebesar itu lebih tinggi dari Empire State Building dan Menara Eiffel.
Diperkirakan bahwa asteroid Bennu akan menghantam bumi pada tahun 2135. kemungkinan Bennu menghantam bumi hanya 0,037 persen. Tetapi meskipun risiko tabrakan rendah, para astronom telah memperingatkan bahwa asteroid seukuran Bennu dapat menciptakan petaka di Bumi, jauh lebih besar dibandingkan dampak nuklir paling dahsyat yang pernah disaksikan dalam sejarah umat manusia. Jika menghantam bumi, energi yang dilepaskan oleh asteroid itu setara dengan 1.450 megaton TNT. Sebagai perbandingan, senjata nuklir paling kuat yang pernah diledakkan, Tsar Bomba Rusia, memiliki kekuatan "hanya" 50 megaton. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
EOS - Reversing Earth’s Spin Moves Deserts, Reshapes Ocean Currents.
Express - NASA Asteroid Bennu path: When will the asteroid hazard hit Earth?
Quranx - Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Ibn Kathir dan Tafsir Jalalayn.
Sunnah - Sunan Ibn Majah.
![]() |
| Ilustrasi Matahari terbit dari arah timur. (Pixabay) |
Menurut penelitian, peristiwa kosmis seperti dampak asteroid mampu menghentikan Bumi dari melakukan rotasi dan kemudian mengaturnya berputar ke arah sebaliknya. Artinya, hantaman asteroid menjadikan Bumi terhenti melakukan rotasi ke arah timur, kemudian menjadikannya melakukan rotasi ke arah barat. Sebagai akibatnya, kita akan melihat matahari terbit dari arah barat.
Al-Qur'an menjelaskan sebagai berikut:
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)". [Surat Al-An'am Ayat 158]
Tafsir Ibn Abbas, tafsir Ibn Kathir serta tafsir Jalalayn memaknai "Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu" sebagai hari ketika terbitnya matahari dari ufuk barat.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.
“Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda:‘ Hari kiamat tidak akan dimulai sampai matahari terbit dari barat (yaitu tempat terbitnya). Ketika terbit, orang-orang akan melihatnya, dan semua orang di (bumi) akan beriman. Tetapi peristiwa itu akan terjadi ketika iman tidak bermanfaat pada siapa pun yang tidak beriman sebelumnya. '” (Sunan Ibn Majah, Vol. 5, Book 36, Hadith 4068)
Meskipun masalah waktu masih menjadi perdebatan, para peneliti sebagian besar sepakat bahwa tumbukan asteroid di masa mendatang adalah sebuah keniscayaan. Berdasarkan prediksi ilmiah, Asteroid 99942 Apophis menunjukkan kemungkinan hingga 2,7 persen akan menghantam Bumi pada tahun 2029. Rata-rata, satu asteroid seukuran Apophis (370 meter) dapat menghantam Bumi setiap 80.000 tahun.
![]() |
| Bumi melakukan rotasi ke arah timur. Jika dilihat dari atas maka berputar berlawanan dengan arah jarum jam. (Wikimedia) |
Diperkirakan bahwa asteroid Bennu akan menghantam bumi pada tahun 2135. kemungkinan Bennu menghantam bumi hanya 0,037 persen. Tetapi meskipun risiko tabrakan rendah, para astronom telah memperingatkan bahwa asteroid seukuran Bennu dapat menciptakan petaka di Bumi, jauh lebih besar dibandingkan dampak nuklir paling dahsyat yang pernah disaksikan dalam sejarah umat manusia. Jika menghantam bumi, energi yang dilepaskan oleh asteroid itu setara dengan 1.450 megaton TNT. Sebagai perbandingan, senjata nuklir paling kuat yang pernah diledakkan, Tsar Bomba Rusia, memiliki kekuatan "hanya" 50 megaton. Wallaahu a’lam bishawaab.
Sumber:
EOS - Reversing Earth’s Spin Moves Deserts, Reshapes Ocean Currents.
Express - NASA Asteroid Bennu path: When will the asteroid hazard hit Earth?
Quranx - Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Ibn Kathir dan Tafsir Jalalayn.
Sunnah - Sunan Ibn Majah.

