Angin Panas Penyebab Tanaman Berwarna Kuning

Semilir angin terasa menyejukkan bagi tubuh kita, terutama ketika kondisi cuaca sedang panas. Penyebabnya adalah atom dan molekul angin bergerak dalam satu arah. Ketika molekul angin di udara bertemu dengan molekul panas di kulit kita, panas tersebut selanjutnya digantikan oleh molekul angin yang sejuk. Semakin cepat perputaran molekul angin menerpa kulit kita, rasa sejuk akan bertambah. Walaupun demikian, tidak semua angin bersifat menyejukkan. Di beberapa wilayah, terdapat angin lokal yang bersifat panas dan kering. Pada angin jenis ini, atom dan molekul bergerak secara acak.

Fenomena daun hangus atau leaf scorch. (Wikimedia)
Angin yang bersifat panas dan kering tercatat sebagai penyebab paling umum terjadinya daun hangus pada tanaman (leaf scorch). Daun hangus awalnya menyebabkan sepanjang margin daun menjadi menguning atau intervein. Kemudian jaringan daun yang terkena menjadi kecoklatan. Dalam kasus yang parah, seluruh daun mungkin berwarna coklat, menyisakan hanya pelepah daun berwarna hijau. Umumnya sebagian besar daun pada bagian tertentu dari tanaman atau seluruh tanaman akan terpengaruh.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar. [Surat Ar-Rum Ayat 51]

Ibnu Abbas (ra) mengatakan bahwa angin dalam ayat di atas bisa berupa angin panas atau bisa juga berupa angin dingin. Menurut pendapat Ibnu Katsir, angin tersebut mengeringkan tanaman yang telah mereka rawat, tanam dan yang telah matang. Setelah terkena angin, mereka melihat daun-daun pada tanaman tersebut menguning, kemudian mulai membusuk. Ketika hal itu terjadi, mereka akan menjadi manusia yang tidak tahu berterima kasih. Mereka akan menyangkal berkah sebelumnya yang diberikan pada mereka berupa hujan.

Contoh angin dalam ayat diatas adalah simoom (Arab: سموم samūm) berupa angin kering yang sarat debu. Angin ini berhembus di Sahara, Israel, Yordania, Suriah, dan padang pasir Semenanjung Arab. Simoom menimbulkan efek sesak pada manusia dan hewan. Namanya berarti 'angin beracun' karena menyebabkan efek panas pada tubuh kita. Fakta menunjukkan bahwa angin panas membawa lebih banyak panas ke tubuh daripada yang dapat dibuang oleh penguapan keringat.

Pada siang hari, angin simoom suhunya dapat mencapai 55° C, adapun kelembaban udara kadang-kadang turun di bawah 10 persen. Hal ini disebabkan oleh pemanasan tanah oleh matahari dengan kondisi langit tanpa awan. Sebuah akun abad ke-19 dari Mesir menyatakan bahwa Mesir juga terkena dampak dari simoom, terutama selama musim semi dan musim panas, dengan angin panas yang disebut 'samoom' oleh penduduk setempat. Badai angin panas memiliki durasi yang berlangsung sekitar seperempat jam atau dua puluh menit. Angin ini biasanya disertai dengan awan debu dan pasir.


Di Eropa juga ada angin yang memiliki karakteristik seperti Simoom. Salah satunya adalah angin Cers, juga disebut Narbonnais oleh mereka yang tinggal di tenggara Narbonne. Cers adalah angin yang sangat kering yang lebih dingin selama musim dingin dan lebih hangat selama musim panas. Angin Narbonnais sering melintasi wilayah Aude di barat daya Prancis. Di benua Afrika, ada angin lokal yang dijuluki Cape Doctor. Cape Doctor adalah angin kencang yang kuat, intens dan kering yang bertiup di pantai Afrika Selatan dari musim semi ke akhir musim panas (September hingga Maret di belahan bumi selatan). Australia juga memiliki angin dengan karakteristik yang mirip dengan angin simoom. Brickfielder adalah angin panas dan kering di padang pasir Australia Selatan yang terjadi di musim panas. Terpaan terjadi di daerah pesisir selatan dari pedalaman. Angin panas Brickfielder berhembus dengan kuat, seringkali selama beberapa hari pada suatu waktu dan memanggang semua vegetasi.

Di wilayah Asia Tengah ada fenomena Sukhovey (bahasa Rusia: Суховей, diterjemahkan menjadi angin kering) adalah angin dengan suhu tinggi dan kelembaban relatif rendah yang terjadi di stepa, semi-gurun dan padang pasir Kazakhstan serta wilayah Kaspia. Pada suhu udara yang tinggi (20–25 ° C atau lebih), sukhovey menyebabkan meningkatnya evaporasi dari tanah. Angin tersebut mampu bertahan selama beberapa hari. Dengan kelembaban tanah yang tidak cukup menyebabkan kekeringan, merusak panen pada tanaman. Di benua Amerika, angin Diablo adalah nama yang kadang-kadang digunakan untuk angin panas dan kering lepas pantai dari timur laut yang biasanya terjadi di San Francisco Bay Area of California Utara. Angin ini berhembus selama musim semi dan musim gugur. Pola angin yang sama juga mempengaruhi bagian lain dari rentang pesisir California. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Brandon University - Leaf Scorch of Trees and Shrubs.

JSTOR - The Russian Sukhovey.

Livescience - Why Does a Breeze Feel Cool?

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas & Tafsir Ibnu Katsir.

Weather Online - Simoom.

Wikipedia - Brickfielder, Cape Doctor, Cers (wind), Diablo wind, Simoom, Sukhovey.