Serba-Serbi Tentang Buah Zaitun

Pohon zaitun dan minyak zaitun disebutkan tujuh kali dalam al-Qur'an. Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah, atau sebagai penyegar sesudah diawetkan. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan.

Tanaman zaitun. (Wikimedia)
Pembentukan bunga pada pohon zaitun terjadi pada musim semi. Setelah musim semi berakhir, dilanjutkan dengan pembentukan buah. Dibutuhkan 6-7 bulan agar buah matang sepenuhnya melalui berbagai tahap.

Tahap pertama berlangsung hingga bulan Juli, berupa pembentukan inti buah. Setelah itu mulai masuk tahap kedua di mana tingkat pertumbuhan melambat dari bulan Agustus hingga September. Pada tahap ini, bagian daging buah mulai tumbuh, inti mencapai ukuran final dan mengeras.

Tahap ketiga dimulai dari bulan Oktober berupa pengembangan dan pematangan buah. Buah mulai tumbuh kembali dengan cepat. Pulpa buah mengalami pertambahan volume, yang menghasilkan minyak zaitun. Perkembangan pulpa berlanjut sampai buah mencapai tahap pemasakan diikuti dengan perubahan warna dari hijau menjadi hitam.

Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. [Surat Al-An'am Ayat 99]

Menurut Ibnu Abbas (ra), yang dimaksud dengan "Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya" adalah perbedaan warna pada buah tersebut. Buah zaitun memiliki keunikan karena mengalami pergantian warna sebanyak lima kali dari mentah hingga matang.

Buah zaitun memiliki banyak manfaat. Selain untuk dimakan, buah zaitun juga digunakan sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad. Bumbu yang paling penting dalam diet Mediterania telah bertindak sebagai terapi ampuh untuk mencegah kanker usus besar. Studi menunjukkan bagaimana minyak zaitun membantu mencegah penyakit tersebut. Menurut para peneliti, minyak zaitun extra virgin dapat meningkatkan ekspresi gen penekan tumor. Gen yang dikenal sebagai CNR1, pada gilirannya dapat secara positif mempengaruhi gen lain yang sensitif terhadap faktor lingkungan.

Umar Radiyallahu' Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

"Bumbui (masakanmu) dengan minyak zaitun. (Gunakan juga untuk) mengurapi (dioleskan pada tubuh) karena berasal dari pohon mubaarak (yang mendapat berkah)". (Sunan Ibn Majah, Vol. 4, Book 29, Hadith 3319. Lihat juga Shama'il Muhammadiyah, Book 25, Hadith 150)

Mengoleskan minyak zaitun pada kulit memiliki efek positif pada kesehatan. Studi menunjukkan bahwa minyak zaitun ampuh sebagai terapi pengobatan melawan fotokarsinogen (zat yang menyebabkan kanker akibat paparan sinar UVB). Kulit yang menerima minyak zaitun extra virgin setelah paparan sinar UVB menunjukkan jumlah kanker yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kulit yang tidak diolesi selama periode eksperimen. Jumlah rata-rata kanker pada kulit yang tidak diolesi minyak zaitun dengan kulit yang diolesi adalah 7,33 dan 2,64. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak zaitun yang dioleskan setelah paparan sinar UVB dapat secara efektif mengurangi kanker kulit imbas UVB.

Buah beserta minyak zaitun. (Wikimedia)
Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi Muhammad (Saw) telah mencontohkan penggunaan minyak zaitun untuk pengobatan. Salah satu yang tercatat adalah pengobatan pada penyakit pleuritis.

Diriwayatkan bahwa Zaid bin Arqam berkata:

"Rasulullah (ﷺ) meresepkan Wars (memecyclon tinctorium), gaharu India dan minyak zaitun untuk radang selaput dada (pleuritis), untuk diberikan melalui mulut." (Sunan Ibn Majah, Vol. 4, Book 31, Hadith 3467)

Uvaol, kandungan yang terdapat dalam buah zaitun dan minyak zaitun, telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan efek antioksidan pada penyakit pleuritis. Adapun penyakit pleuritis sendiri adalah radang pada pleura, yaitu lapisan tipis yang membungkus paru-paru. Penyakit ini ditandai dengan rasa sakit di bagian dada, terutama saat menarik napas panjang atau batuk.

Studi menunjukkan bahwa uvaol menurunkan akumulasi eosinofil dan konsentrasi IL-5 pada paru-paru. Selain itu, produksi lendir dan jumlah alveoli yang kolaps di paru-paru secara signifikan menurun karena pengobatan uvaol. Temuan ini menunjukkan bahwa uvaol dapat menjadi kandidat yang baik untuk pengobatan peradangan alergi dengan menghambat masuknya eosinofil dan produksi IL-5 pada penyakit pleuritis. Wallaahu a’lam bishawaab.

Sumber:

Grelia.gr - The olive fruit ripening process.

Oxford Academic - Protective effect of topically applied olive oil against photocarcinogenesis following UVB exposure of mice.

Pubmed - Uvaol attenuates pleuritis and eosinophilic inflammation in ovalbumin-induced allergy in mice.

Quranx - Tafsir Ibnu Abbas.

ResearchItaly.it - Olive oil helps prevent colon cancer.

Sunnah - Sunan Ibn Majah.